WHO Peringatkan agar Melonggarkan Lockdown secara Hati-Hati

WHO Peringatkan agar Melonggarkan Lockdown secara Hati-Hati

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia ( World Health Organization/WHO ) Tedros Adhanom Ghebreyesus, Rabu (6/5), memperingatkan bahwa negara-negara yang menguraikan pengetatan guna mengendalikan penyebaran virus corona berisiko akan harus meresmikan kembali pembatasan kalau mereka tidak melakukan pelonggaran secara sangat hati-hati.

“Risiko harus balik ke lockdown sangat nyata kalau negara-negara tidak mengelola transisi itu secara sangat hati-hati dan berantara, ” kata Ghebreyesus dalam masukan tentang virus corona di Jenewa.

Kata Tedros, negeri2 harus mengambil serangkaian langkah pra menghapus pembatasan perjalanan dan kesibukan pengendalian virus lainnya termasuk penyelenggaraan program pengendalian lewat pengintaian & memastikan kesiagaan sistem kesehatan.

Dia memperingatkan, tanpa pola layanan kesehatan yang mantap, tidak mungkin kembali ke situasi normal setelah pandemi mereda. Katanya, “pandemi Covid-19 pada akhirnya akan mereda tetapi kita tidak bisa langsung kembali seperti semula. ”

Sementara India mulai menghapus pembatasan minggu ini, jumlah karakter yang meninggal dan terinfeksi menyusun tajam akibat virus itu merebak secara lebih agresif setelah orang-orang kembali simpang siur di jalan-jalan.

India, adalah suatu negara berpenduduk 1, 3 miliar orang, namun punya laju infeksi per kapita jauh lebih sedikit dibandingkan negara-negara lain, termasuk beberapa negara Eropa dan AS, berkah langkah lockdown yang ketat. Namun total korban per hari telah menyusun pesat dari beberapa puluh tiga minggu yang lalu menjadi bertambah dari 100.

Menurut Johns Hopkins University, India saat ini punya 52, 340 kasus & 1. 768 yang meninggal. [jm/pp]