Warga Sekitar Secapa AD Akan Dites dan Dikarantina

Warga Sekitar Secapa AD Akan Dites dan Dikarantina

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan pemeriksaan terhadap warga sekitar komplek Secapa AD bersifat wajib. Dia meminta Walikota bandung Oded M. Danial segera menggelar tes masif. “Pengetesan lingkungan sekitar itu wajib, bukan pilihan, jadi nggak boleh nolak, ” ujarnya dalam konferensi pers bersama Walikota Bandung, Jumat (10/7).


Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (courtesy: Humas Jabar).

Sosok yang akrab disapa Emil tersebut berkaca pada kasus April lalu, di mana 8 orang positif di sebuah lembaga pendidikan institusi negara, dan menyebar ke penduduk sekitar. “Karena di Sukabumi terlebih dulu pelajarannya, bocor juga ke wilayah sekitarnya, sehingga itu (pemeriksaan) akan dilakukan pak walikota secepatnya, ” tandasnya.

Karena tersebut, Emil pun meminta kawasan Hergarmanah, Cidadap, Bandung, memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Mikro selama 2 pekan. “Jalan-jalan masuk akan ditutup, nanti yang boleh masuk hanya penghuni. Kegiatan tersier dan sekunder tersebut selama 14 hari saya minta ditutup dulu untuk memastikan tidak ada kebocoran, ” imbuh Emil.

Pemprov dan Pemkot Bagi Tugas dengan TNI AD

Penanggulangan COVID-19 di dalam komplek Secapa AD, ujar Emil, akan diaplikasikan langsung oleh TNI. Meski berlokasi di Jabar, Secapa AD ialah institusi vertikal yang berada langsung di bawah pemerintah pusat. Sementara Pemprov dan Pemkot akan mengurus masyarakat sekitar. “Kita hanya mengerjakan di perimeter, di luar kompleks. Tracing kepada keluarganya, testing kepada kompleks di luar, itu tanggung jawab gugus tugas Kota Bandung dan Provinsi Jabar, ” tambahnya.


Puluhan siswa menonton bersama Pidato Presiden Joko Widodo saat Hari Lahir Pancasila one Juni. (Sumber: Secapa AD).

Pemeriksaan terhadap keluarga ini penting, ujar Emil, mengingat siswa Secapa ADVERTISEMENT memiliki waktu libur 1 hari tiap minggu. Namun sampai saat ini, belum ada data apakah ada keluarga siswa yang tertular COVID.

“Dalam situasi COVID-19 ini, kedatangan siswa-siswa dari seluruh Indonesia di institusi vertikal seringkali harus diwaspadai lebih mendalam, ” imbuhnya.

Angka Jabar Diklaim Masih Stabil

Sementara itu, Walikota Bandung Oded mengatakan telah menelusuri dan mendata warga sekitar komplek Secapa AD. Pemkot, ujarnya, siap menggelar tes masif terhadap masyarakat di sekitar. “Sabtu atau Minggu ada pemeriksaan swab langsung. Baru ada 28 jamaah yang sudah kami data yang siap untuk mengadakan pemeriksaan. Insyaallah tes nanti akan dilaksanakan pada Balai Kota Bandung, ” kata Oded.

Oded mengatakan, 1. 200 kasus positif pada Secapa AD adalah insiden terpisah, sehingga ia berharap tidak lantas membuat Kota Bandung menjadi zona hitam. “Setelah kami bekerja berupaya, saya berharap tidak masuk (angka kota bandung) apalagi mempengaruhi nilai kami, ” harap Oded.


Petugas dari Labkesda Provinsi Jawa Barat mengambil sampel dahak dan lendir tenggorokan hidung (swab test). (Foto: Humas Jabar)

Senada, Emil mengatakan klaster Secapa AD adalah kejadian “anomali” dan tidak bisa disejajarkan dengan tingkat penularan provinsi tersebut. Dia mengatakan, pada luar klaster Secapa AD, tingkat penularan di Jabar masih terkendali. “Sebenarnya di luar itu, angka Jabar yang memang adanya 40-50-60 per harinya, ” terangnya.

Per Sabtu 11 Siebenter monat des jahres pukul 4. 00 WIB, Jabar mencatat 4. 951 kasus COVID-19 terkonfirmasi. Angka ini naik 105 dibandingkan hari Jumat, tidak jauh dengan hari-hari sebelumnya. [rt/em]