Varian Delta Merajalela di Asia

varian-delta-merajalela-di-asia-1

Kota tuan rumah Olimpiade Tokyo, Thailand dan Malaysia, mengagendakan rekor kasus infeksi COVID-19 pada Sabtu (31/7), sebagian besar kasus disebabkan oleh varian Delta yang sangat menular.

Lonjakan kasus infeksi juga berlaku di Sydney, Australia. Polisi menutup kawasan pusat usaha untuk mencegah protes terhadap penerapan l ockdown yang akan berlangsung hingga akhir Agustus.

Polisi mengatup stasiun kereta api, melarang taksi menurunkan penumpang dari pusat kota dan menumpukan 1. 000 petugas buat mendirikan pos pemeriksaan. Pemerintah New South Wales mengadukan adanya 210 infeksi hangat akibat varian Delta pada Sydney dan sekitarnya.

Pemerintah metropolitan Tokyo mengumumkan rekor jumlah infeksi yang mencapai 4. 058 dalam 24 jam belakang, melampaui angka 4. 000 untuk pertama kalinya. Pemangku Olimpiade melaporkan 21 peristiwa COVID-19 baru terkait secara Olimpiade, sehingga total menjadi 241 sejak 1 Juli.

Sedangkan Malaysia, salah satu episentrum virus tersebut, melaporkan rekor terbaru dengan 17. 786 kasus virus corona pada Sabtu (31/7).

Bertambah dari 100 orang berkumpul di pusat ibu praja Kuala Lumpur, menyatakan ketidakpuasan dengan penanganan pandemi oleh pemerintah dan menyerukan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin buat mundur.

Thailand mencatatkan rekor harian terbaru di angka 18. 912, sehingga total akumulasi kasus COVID-19 di negara itu menjadi 597. 287. Thailand juga melaporkan 178 kematian baru, menjadikan total mair mencapai 4. 857.

Pemerintah mengatakan varian Delta menyumbang lebih dibanding 60% kasus di negara itu dan 80% urusan di Ibu Kota Bangkok. [ah]