Universitas Amerika di Kairo Menyelenggarakan Kuliah Tatap Muka

universitas-amerika-di-kairo-memulai-kuliah-tatap-muka-2

Universitas Amerika di Kairo (AUC) adalah universitas pertama di Mesir yang menyambut mahasiswanya kembali ke kampus.

“Kami telah menjemput langkah-langkah pencegahan yang luhur untuk memastikan bahwa semua mahasiswa dan karyawan universitas akan aman, ” perkataan Pembantu Rektor AUC Ehab Abdel-Rahman mengenai terobosan menyelenggarakan kuliah tatap muka tepat itu.

Pertama, katanya, mereka meminta semua orang untuk berkomitmen menggunakan masker, baik di dalam ruang kuliah maupun dalam luar. Kedua, sekitar 80% mahasiswa, dosen dan karyawan universitas telah divaksinasi, dan persentase yang tinggi itu memungkinkan mereka untuk mengambil kembali universitas.


Para mahasiswa di Universitas Amerika di Kairo di New Cairo, Mesir. Universitas yang didirikan pada tahun 1919 oleh seorang misionaris Amerika. (Foto: AP/Maya Alleruzzo)

“Kami juga meminta mahasiswa yang belum divaksinasi agar menyelenggarakan tes virus setiap minggu, dan jika hasilnya membangun, mereka harus melanjutkan studi dari rumah. Jika hasilnya negatif, mereka bisa pegari ke kampus universitas, ” tambahnya.

Seluruh fasilitas AUC akan berfungsi dengan kapasitas penuh, termasuk asrama mahasiswa, perpustakaan, gedung olahraga, kafetaria, dan klinik.

“Pendidikan daring memiliki kelebihan dan kekurangan. Salah satu kelemahan terbesar daripada pendidikan online adalah tak ada aktivitas mahasiswa & interaksi dengan profesor pada luar ruang kuliah, ” ujar Ehab Abdel-Rahman.

“Sekarang kami membakar kembali kehidupan mahasiswa. Kesibukan mahasiswa tidak hanya belajar di dalam ruang belajar, tetapi kehidupan mahasiswa jauh lebih luas dari tersebut, ” tambah dia.

Sementara itu, mahasiswa AUC Ali Abul-fadl melahirkan perasaannya mengenai pembukaan balik kampus itu.

“Meskipun saya telah bersekolah di universitas selama setahun, tetapi hari ini beta merasa seolah-olah ini adalah hari pertama saya dalam universitas. Ini adalah mula-mula kalinya saya mengalami kesibukan universitas yang sesungguhnya secara berbagai kegiatan, ” tuturnya.

Sekitar 20 juta siswa yang tercatat di semua sekolah dan universitas di seluruh Mesir terpengaruh oleh pembatasan terkait virus corona.

Nada Mousa, juga mahasiswa AUC, adalah salah seorang di antaranya.

“Saya rindu kuliah. Beta rindu bekerja di laboratorium dengan menggunakan tangan. Langsung terang, pendidikan online sangat membosankan dan tidak tersedia interaksi sama sekali, ” kata Mousa.


Mahasiswa di Universitas Amerika di kampus Kairo di New Cairo, Mesir. Universitas yang dibangun pada tahun 1919 sebab seorang misionaris Amerika. (Foto: AP/Maya Alleruzzo)

“Perasaan itu jauh lebih tertib daripada belajar dari vila. Ini adalah perasaan vitalitas dan perasaan lingkungan tersebut sendiri. Kita bisa berhadapan langsung dengan profesor dan kita bisa berinteraksi mulia sama lain sebagai mahasiswa dan mengenal orang-orang pertama, ” tambah mahasiswa AUC lainnya, Nayera El-tabakh.

Pada Maret tahun lalu, pemerintah Mesir mengatup semua sekolah dan universitas dan sejak itu penelaahan diberikan secara virtual.

Namun sebelum menuntut dimulai tahun ini, pemerintah menginstruksikan agar semua anak dan staf sekolah & universitas divaksinasi COVID-19. [lt/ab]