UNICEF: Krisis Malnutrisi di Yaman Memburuk

UNICEF: Krisis Malnutrisi di Yaman Memburuk

Badan PBB Urusan Anak-Anak (UNICEF) hari Selasa (27/10) mengatakan ribuan anak di bawah usia lima tahun (balita) dalam Yaman, yang sedang dikoyak perang, berisiko menderita kekurangan gizi genting.

Pernyataan pers UNICEF itu merujuk pada kondisi dalam bagian selatan Yaman di mana ada lebih dari setengah juta kasus malnutrisi yang dilaporkan, & bahwa satu dari lima bujang menderita malnutrisi akut. Analisa tersebut menunjukkan pada tahun 2020 ini kasus malnutrisi naik 10%, sementara kasus malnutrisi akut naik 15, 5%. Ditambahkan ada sedikitnya 98. 000 anak berisiko meninggal jika tidak mendapat intervensi segera.

Selain memburuknya kondisi anak-anak, ada sedikitnya seperempat juta pokok hamil dan menyusui yang sangat membutuhkan perawatan malnutrisi.

Wakil UNICEF di Yaman, Philippe Duamelle, mengatakan “nyawa jutaan budak dan perempuan berada dalam bahaya. Malnutrisi akut dapat diobati & dicegah dengan paket layanan pati, tetapi untuk itu kita membutuhkan tindakan dan dukungan cepat. Rasa kedaruratan harus ada ketika menyimpan sumber keuangan yang penting & memastikan akses pada anak-anak & perempuan yang sangat membutuhkan tumpuan. ”

Yaman sudah sejak lama dianggap sebagai negeri yang tidak aman bagi anak-anak dan perempuan karena pola & kualitas makanan yang buruk, prevelansi penyakit menular yang tinggi & kerawanan pangan yang parah. Anak-anak Yaman juga memiliki akses terpatok untuk mendapatkan layanan nutrisi dan kesehatan, sanitasi dan kebersihan, & sedikit atau bahkan tidak tersedia akses untuk mendapatkan vaksin penting seperti campak dan polio.

Di daerah yang memutar parah terkena dampak, seperti lembah Hodeidah, sedikitnya satu dari 4 anak mengalami malnutrisi akut. Wilayah lain yang juga terkena konsekuensi adalah Abyan dan dataran lembut Lahj dan Taiz. Data pada bagian utara Yaman masih dianalisa, meskipun situasinya diperkirakan sama. [em/jm]