Tunangan Kashoggi Gugat Putra Mahkota Arab Saudi

Tunangan Kashoggi Gugat Putra Mahkota Arab Saudi

Tunangan Keindahan Kashoggi, kolumnis suratkabar Washington Post yang dibunuh, hari Selasa (20/10) mengajukan gugatan hukum terhadap Anak Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) di sebuah mahkamah di Washington DC.

Hatice Cengiz bersama Democracy for the Arab World Now Inc. (DAWN), sebuah organisasi nirlaba yang menggalakkan demokrasi, supremasi hukum, serta HAM bagi masyarakat Timur Pusat dan Afrika Utara yang dibangun oleh Khashoggi, mengajukan gugatan hukum terhadap MBS dan beberapa pejabat Arab Saudi lain, dengan mengklaim bahwa, “mereka melihat tindakan Khashoggi di Amerika sebagai ancaman langsung terhadap uang dan kepentingan lainnya, dan karenanya bersekongkol untuk menyelenggarakan tindakan keji yang menjadi subyek gugatan ini, ” demikian kutipan dokumen pengadilan.

“Penyiksaan dan pembunuhan kejam terhadap Khashoggi mengejutkan hati nurai orang pada seluruh dunia. Tujuan pembunuhan tersebut jelas untuk menghentikan advokasi Khasghoggi di Amerika, terutama sebagai Direkur Eksekutif DAWN bagi reformasi demokrasi di dunia Arab, ” tambahan petikan dokumen itu.

Gugatan hukum itu menyatakan kalau Cengiz secara finansial tergantung pada Khashoggi dan “telah kehilangan mabuk, persahabatan, dukungan moral dan berseloroh sayang yang sebelumnya ia rasakan. ”

September morat-marit pengadilan Arab Saudi menjatuhkan ketentuan hukuman penjara terhadap delapan orang atas pembunuhan itu di pejabat konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada Oktober 2018. Taat media setempat, lima orang dijatuhi hukuman 20 tahun penjada serta tiga lainnya dihukum penjara jarang 7-10 tahun.

CIA menyimpulkan dengan cukup yakin kalau Putra Mahkota Mohammed bin Salman memerintahkan pembunuhan itu. Ia menyangkal terlibat dalam hal apapun.

Khashoggi, yang adalah warga tetap Amerika, datang ke kantor konsulat Arab Saudi di Istanbul itu untuk mengambil dokumen-dokumen dengan akan mengijinkannya menikah dengan Cengiz, yang berkewarganegaraan Turki. Ia dibunuh di dalam kantor konsulat itu, sementara Cengiz menunggu di asing. Hal ini menimbulkan kemarahan kelompok internasional.

Anggota faksi Demokrat dari negara bagian California, Adam Schiff, hari Selasa (20/10) mengusulkan RUU Akuntabilitas Kebebasan Pers Jamal Khashoggi “ untuk mengambil agar Amerika meminta pertanggungjawaban mereka yang melakukan pembunuhan di asing hukum dan pelanggaran berat sah asasi manusia lainnya terhadap kuli. ” [em/lt]