Trump Isyaratkan akan Terus Gugat Kemenangan BidenÂ

Trump Isyaratkan akan Terus Gugat Kemenangan BidenÂ

Para pengacara kampanye Presiden AS Donald Trump, Selasa (8/12), mengisyaratkan niat itu untuk menggugat kekalahan Trump sejak Presiden terpilih Joe Biden sampai Januari, meski semua negara arah, kecuali satu, sudah mengesahkan hasil penghitungan suara yang menunjukkan Biden memenangi pemilu nasional pada November lalu.

Undang-Undang (UU) Amerika mewajibkan ke-50 negara arah mengesahkan hasil di masing-masing negeri bagian, enam hari menjelang pemungutan suara Electoral College pada Senin (14/12) mendatang yang menentukan hasil pemilu presiden AS. Hanya negara bagian Wisconsin yang melewati tenggat pengesahan, yaitu Selasa (8/12), dengan disebut “safe harbor day” . Wisconsin mungkin akan mengesahkan sebelum akhir minggu.

Biden diperkirakan bakal memenangkan pemungutan suara Electoral College dengan marjin 306-232, total jumlah yang sama yang dimenangkan Trump pada 2016. Trump ketika tersebut menyebutnya kemenangan “besar” dari bahan Partai Demokrat Hillary Clinton. Kongres dijadwalkan akan memeriksa dan meluluskan hasil pemungutan suara elektoral di 6 Januari, dua minggu pra pelantikan Biden sebagai presiden GANDAR yang ke-46.

Namun, Rudy Guiuliani, pengacara usaha Trump yang di rawat dalam RS karena Covid-19, dan Jenna Ellis yang juga terinfeksi virus corona, pada Selasa (8/12), mengutarakan pernyataan bersama. Dalam pernyataan itu, mereka menyebut “safe harbor day” sebagai aturan batas waktu yang biasanya menunjukkan hari terakhir bagi negara bagian untuk mengesahkan hasil-hasil pemilu.

“Meski demikian, bukan tidak mungkin gugatan pemilu berlangsung melampaui 8 Desember” tambahan kedua pengacara itu. [my/ft]