Trump dan Biden Siap Bertarung dalam Debat Terakhir

Trump dan Biden Siap Bertarung dalam Debat Terakhir

Petahana Presiden Donald Trump dan penantangnya dari Golongan Demokrat Joe Biden Kamis malam (22/10) siap mengikuti debat ke-3 dan sekaligus terakhir menjelang pemilihan presiden 3 November. Carolyn Presutti melaporkan dari Nashville, Tennessee.

Siapa yang dapat mengalpakan debat pertama yang kontroversial?

Kamis malam (22/10) kedua capres akan bertemu untuk ke-2 kalinya dalam debat terakhir, tepat di Nashville, sebuah kota dengan condong mendukung Partai Demokrat, yang terletak di negara bagian Tennessee yang mayoritas warganya Republikan.

Untuk mencegah terjadinya interupsi ketika Trump atau Biden menanggapi pertanyaan, mikrofon capres yang lainnya akan dimatikan. Kedua mikrofon bakal kembali dihidupkan ketika diskusi sesudahnya dimulai.

“Saya taksir ini gagasan yang baik. ”


Debat pertama Presiden AS Donald Trump dan penantangnya, Joe Biden di Cleveland, Ohio (29/9).

Nashville adalah pusat irama country yang kini menderita sebab pembatasan akibat pandemi virus corona.

Pakar industri irama Eric Holt mengatakan, “Sejak Maret lalu belum ada satu pun pertunjukkan music live secara konsisten. Gagasan pertunjukkan live terkait secara kapasitas. Kalau padat tubuh-tubuh penonton berdekatan Ini bagian dari kemahiran langsung. Dan akibat Covid, ana tidak tahu kapan hal itu akan berakhir. ”

Covid-19 juga membayangi benak Tomeka Johnson dan membuat anak-anaknya bersekolah di rumah. Ia adalah salah seorang warga Amerika yang belum menentukan pilihan dan ingin menyaksikan debat terakhir untuk mendapatkan tangkisan.

“Isu vaksin. Kami ingin tahu bagaimana dampak peristiwa itu pada anak-anak ketika mereka kembali ke sekolah, ” ujar Tomeka.

Virus corona telah mengubah pandangan Ali Goldsmith. Pada tahun 2016 ia memutuskan Donald Trump, tetapi kali tersebut tidak akan melakukan hal yang sama.

“Trump sama sekali tidak menunjukkan kepemimpinan yang baik. Ini tampak dari caranya mengatasi pandemi ini. ”

Keyakinan menjadi pedoman majikan gereja Efraen Ureas untuk tentu memilih Donald Trump. “Saya menilai Trump ketika ia mengatakan aborsi berarti membunuh. Kita semua mempunyai hidup. ”

Kejadian senada disampaikan Debbie Cook. “Biden sudah memimpin selama 40 tahunan dan tidak melakukan apapun. Barang apa yang akan ia lakukan sekarang? ”

Apakah debat terakhir akan mengubah pandangan para pemilih? Tidak bagi sekitar 40 juta warga Amerika yang sudah memberikan suara, jumlah pemberian bahana lebih awal yang tertinggi dalam sejarah Amerika.

“Saya memberikan suara pada hari ke-2 ketika pemberian suara lebih asal dimulai, ” kata Bob Bernstein, yang memiliki toko kopi tertua di Nashville, Bongo, dan dia memberikan suaranya pada Biden.

“Melawan Covid-19 akan menebus perekonomian. Perekonomian tidak akan reda selama masih ada Covid-19, ” imbuhnya.

Pakar kemahiran politik di Universitas Rice, Prof. Mark Jones, mengatakan akan bijaksana jika kedua capres bersikap tenang. Ditambahkannya, Biden perlu memberikan sahutan yang lebih fokus. Sementara Trump?

“Beri Biden peluang lebih banyak, interupsi dia kalau pertanyaannya mudah. Tetapi untuk pertanyaan-pertanyaan yang sulit, biarkan ia kata. Karena harapan untuk Trump merupakan kalau Biden mengatakan sesuatu yang salah dalam perdebatan nantinya itu akan menghantui dia, ” perkataan Mark.

Dukungan untuk Biden meningkat setelah debat mula-mula di Cleveland, Ohio. Trump meminta hal itu akan berubah setelah debat terakhir di Nashville, Tennesse ini. [em/jm]