Sinabung Erupsi, Ribuan Hektare Kebun Masyarakat Terancam Gagal Panen

Sinabung Erupsi, Ribuan Hektare Kebun Masyarakat Terancam Gagal Panen

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karo, Metehsa Purba menyebut ribuan hektare kebun milik masyarakat di beberapa provinsi seperti Kecamatan Merdeka, Naman Teran, Berastagi, dan Dolat Rayat menemui kerusakan sedang hingga berat kelanjutan hujan abu vulkanis dari erupsi Gunung Sinabung.

Tercatat laporan kerusakan pertanaman terdampak erupsi Gunung Sinabung mencapai 1. 483 hektare.

Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, yang terjadi pada, Senin 10 Agustus 2020. (Foto: Pos Pemantau Gunung Sinabung)


Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, yang terjadi pada, Senin 10 Agustus 2020. (Foto: Pangkalan Pemantau Gunung Sinabung)

“Yang terdampak itu sampai saat ini ada sekira lebih dari 900 hektare. Paling parah Kecamatan Naman Teran. Ada juga Kecamatan Simpang Empat, dan Berastagi, tapi tidak sungguh-sungguh parah, ” kata Metehsa kepada VOA, Senin (10/8).

Lanjutnya, abu vulkanis dari erupsi Gunung Sinabung juga membuat ratusan hektare kebun warga yang didominasi ditanami sayur-mayur terancam gagal pengetaman.

Kabupaten Karo merupakan salah satu pemasok sayur-mayur serta buah-buahan terbesar di Sumut. Daerah itu merupakan produsen komoditi seolah-olah kentang, kubis, cabai, tomat, petsai, dan kol bunga untuk Sumut.

“Yang jelas produktivitasnya menurun karena kerusakannya sampai 85 persen, ” ungkapnya.

Sementara itu, erupsi Gunung Sinabung terjadi dua kali dalam era pengamatan Senin (10/8), yang berlangsung dari pukul 06. 00 WIB sampai 12. 00 WIB. Petugas Pos Pengamatan Gunung Sinabung, Muhammad Nurul Asrori, tinggi kolom debu dalam erupsi dengan dua kala letusan itu mencapai 2. 000 sampai 5. 000 meter.

“Untuk pagi ini balik terjadi erupsi Gunung Sinabung pukul 10. 16 WIB (erupsi pertama) dengan ketinggian kolom kurang bertambah 5. 000 meter dari teratas. Arah angin ke arah timur tenggara tepatnya ke arah Berastagi, ” jelas Asrori saat dihubungi VOA.

“Saat itu puncak Gunung Sinabung tertutup kelam, ” tambahnya.

Data kerusakan tanaman di Kabupaten Karo akibat erupsi Gunung Sinabung. (Foto: Dinas Pertanian Karo)


Bahan kerusakan tanaman di Kabupaten Karo akibat erupsi Gunung Sinabung. (Foto: Dinas Pertanian Karo)

Kendati beberapa hari terakhir aktivitas Gunung Sinabung mengalami peningkatan. Namun, status lantaran gunung api tertinggi di Sumut itu masih berada di leve tiga atau siaga.

“Untuk menaikkan status rekomendasi sekiranya itu kebijakan dari para majikan. Sedangkan untuk status saat ini masih dalam status siaga, ” ujarnya.

Dengan meningkatnya aktivitas Gunung Sinabung, masyarakat diminta agar tidak melakukan kegiatan pada desa-desa yang sudah direlokasi. Begitu pun dengan lokasi di dalam radius tiga kilometer dari pucuk Gunung Sinabung dan radius lima kilometer untuk sektor selatan-timur, beserta empat kilometer sektor timur-utara.

Masyarakat yang berada serta bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung biar tetap waspada terhadap bahaya lahar.

“Selalu waspada jikalau terjadi hujan lebat di sekitaran Gunung Sinabung karena berpotensi berlaku banjir lahar (dingin) dari Bukit Sinabung, ” imbau Asrori. [aa/ft]