Sesudah Puluhan Tahun, Penyeberangan Utama Irak-Arab Saudi Dibuka

Sesudah Puluhan Tahun, Penyeberangan Utama Irak-Arab Saudi Dibuka

Irak dan Arab Saudi, Rabu (18/110, membuka kembali penyeberangan utama bagi perdagangan antar kedua negara, sesudah ditutup selama tiga puluh tarikh.

Duta Besar Arab Saudi Untuk Irak Abdulaziz Khalid ikut memotong pita bersama Menteri Dalam Negeri Irak.

Pintu penyeberangan Arar ditutup di awal 1990an, pasca invasi Irak ke Kuwait, yang memicu memburuknya hubungan diplomatik antara Arab Saudi dan Irak.

Hubungan diplomatik kedua negara baru sembuh kembali pada 2015.

Hingga saat ini pintu penyebrangan Arar itu hanya dibuka satu kali setahun, yaitu ketika pengamalan ibadah Haji.

Prakata kembali pintu penyebrangan ini membayangkan langkah maju yang signifikan menuju hubungan dan kerja sama ekonomi Arab Saudi dan Irak dengan lebih kuat dan dalam.

Pejabat-pejabat Iran berharap introduksi kembali pintu perbatasan Arar, yang terletak di selatan kota Seragam Nukhaib, di Provinsi Anbar, Irak, akan mendorong aktivitas perdagangan dengan sangat dibutuhkan untuk memajukan perekonomian Irak.

Bagi awak Anbar yang mayoritas dihuni sebab warga Islam-Sunni, peningkatan aktivitas perniagaan dengan negara kerajaan itu serupa berarti potensi lapangan kerja pertama. [em/pp]