RI Minta Gerakan Nonblok Dukung Negosiasi Multilateral bagi Palestina

ri-minta-gerakan-nonblok-dukung-negosiasi-multilateral-bagi-palestina-2

Dalam pertemuan luar biasa para menteri dari negara2 anggota Gerakan Nonblok yang berlangsung secara virtual, Selasa (22/6), Menteri Luar Negeri Retno Marsudi meminta Tindakan Nonblok untuk mendukung pengamalan kembali negosiasi multilateral yang kredibel. Pasalnya, sudah lama sekali tidak ada perhimpunan damai yang substantif antara Palestina dan Israel.

Retno menekankan proses politik yang meyakinkan adalah satu-satunya cara buat mencegah terjadinya kembali kekerasan-kekerasan Israel.

Retno menambahkan dukungan Kegiatan Nonblok terhadap pelaksanaan kembali negosiasi damai sangat penting artinya, melalui platform multilateral yang ada dan didasarkan pada penyelesaian dua negeri dan sejalan dengan patokan yang telah disepakati dengan internasional.


Menteri Sungguh Negeri Retno Marsudi menggunakan selendang berhias bendera Palestina dan Indonesia, di sela-sela acara Bali Democracy Perhimpunan ke-10 yang diadakan di Serpong, Banten, 7 Desember 2017. (Foto: Antara/Muhammad Iqbal via REUTERS)

Perjanjian melalui platform multilateral merupakan satu dari tiga usulan untuk isu Palestina yang diajukan Retno kepada Aliran Nonblok.

Langkah lainnya, Gerakan Nonblok harus satu suara di dalam mendukung kemerdekaan Palestina.

Menurut Retno, jumlah besar negara bagian Gerakan Nonblok merupakan sebuah kekuatan, sehingga suara Tindakan Nonblok akan diperhitungkan sebab dunia. Oleh karena itu, Gerakan Nonblok harus mulia suara dalam mendukung kehormatan Palestina sebagai negara & perjuangan warga Palestina mencapai kemerdekaan.

“Kita harus menegaskan kembali seruan kita kepada negara-negara anggota Gerakan Nonblok & negara lainnya yang belum mengakui negara Palestina buat segera memberikan pengakuan, ” kata Retno.

Selain itu, Kegiatan Nonblok harus mencegah kebrutalan Israel yang terus berulang.

Semacam ide Indonesia dalam Wasit Majelis Umum Perserikatan bangsa-Bangsa bulan lalu, lanjut Retno, Gerakan Nonblok perlu menganjurkan pembentukan kehadiran internasional (international presence ) di Al-Quds untuk memonitor dan memastikan keselamatan rakyat Palestina di daerah pendudukan serta menjaga kehormatan Al-Haram Al-Sharif sebagai entitas terpisah yang menjadi situs suci tiga agama.


Polisi Israel mengusir warga Palestina dari alun-alun di depan Masjid Dome of the Rock di pelik Masjid al-Aqsa di Yerusalem, 21 Mei 2021. (Foto: AP)

Pertemuan genting para menteri luar jati Gerakan Nonblok ini dilakukan atas inisiatif Indonesia. Pada pertemuan ini, Retno menyampaikan pula kebrutalan Israel telah menjadi hal yang populer. Hal tersebut akan tetap berlangsung jika dunia tidak dapat menemukan solusi sebab akar masalah, yaitu penghentian penjajahan Israel atas Palestina.

Pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia Yon Machmudi mengatakan isu Palestina sudah tak begitu kuat lagi dalam kalangan negara-negara anggota Tindakan Nonblok.

“Karena sebagian dari negara2 Gerakan Nonblok itu memiliki hubungan yang khusus secara kekuatan negara-negara besar. Tersebut saya kira menjadikan atau menghambat suara kesatuan mereka dalam menyikapi Palestina, ” ujar Yon.

Berkaitan dengan pernyataan Menlu Retno yang menodong Gerakan Nonblok mengambil 3 langkah penting soal isu Palestina, Yon menilai, itu sekadar seruan moral yang tidak memiliki daya balut bagi negara-negara lain untuk mematuhi seruan tersebut.

Yon menambahkan Gerakan Nonblok yang dibangun atas dasar prinsip anti-penjajahan sudah tidak seaktif zaman. Dia menambahkan gaung pertemuan darurat para menteri asing negeri Gerakan Nonblok tidak begitu kuat.

Lemahnya Gerakan Nonblok ini, sendat Yon, karena mengalami krisis kepemimpinan. Sebab tidak tersedia lagi pemimpin menjadi tanda anti-kolonialisme, seperti Soekarno. Bahkan juga terjadi konflik kurun beberapa negara anggota Nonblok, seperti India dan Pakistan.

Karena itu, Yon meminta negara-negara anggota Gerakan Nonblok untuk mengkaji kembali apakah sedang relevan organisasi ini. Dengan menjadi tantangan adalah Tindakan Nonblok harus bisa mewujudkan kemerdekaan Palestina. [fw/ft]