PM Israel:  Tidak Berubah, Kekangan Yahudi Berdoa di Al-AqsaÂ

pm-israela-tidak-berubah-larangan-yahudi-berdoa-di-al-aqsaa-1

Peraturan yang melarang orang-orang Yahudi berdoa di sebuah lokasi yang diperebutkan di Yerusalem tidak akan diubah oleh PM Israel Naftali Bennett. Pernyataan itu dikeluarkan kantor perdana menteri, Senin (19/7), sebagai penegasan kalau ia menarik kembali perkataan yang memicu reaksi hangat sehari sebelumnya.

Bennett, perdana gajah baru Israel, telah melahirkan kekhawatiran pada hari Minggu ketika ia mengatakan kalau Israel berkomitmen untuk menyembunyikan kebebasan beribadah orang-orang Yahudi di kompleks di ujung bukit itu. Di bawah praktik lama, orang-orang Yahudi diizinkan mengunjungi, tetapi tak untuk berdoa di letak yang mereka sebut jadi Bukit Bait Suci, serta oleh umat Islam ialah tempat suci Masjid Al Aqsa.

Orang-orang Palestina dan dominasi Islam di situs tersebut khawatir bahwa Israel perlahan-lahan mencoba untuk menguasai wilayah tersebut, dan pernah mengeluhkan bahwa orang-orang Yahudi langsung berdoa di sana. Ketegangan masih tetap tinggi pada sana setelah kerusuhan turut memicu perang 11 keadaan Israel-Hamas Mei lalu.

Terlepas dibanding ungkapan Bennett, status quo tetap berlaku, menurut seorang pejabat di kantor pertama menteri yang tidak berwenang untuk berbicara ke terbuka dan meminta namanya dirahasiakan.


Sejumlah perempuan Palestina berteriak ke arah publik Yahudi setelah sempat bertentangan antara polisi Israel & warga Palestina di Masjid Alaqsa mengenai kunjungan massa Yahudi di Kuil Kudus, di Yerusalem, Minggu, 18 Juli 2021. (Foto: Ammar Awad/Reuters)

Klarifikasi lantaran kantor Bennet muncul sesudah hari yang menegangkan dalam mana ratusan peziarah Yahudi mengunjungi kompleks di kolong penjagaan ketat polisi buat memperingati Tisha B’Av, keadaan berkabung dan pertobatan, sewaktu orang-orang Yahudi merenungkan pecahan Bait Suci Pertama & Kedua. Mereka meyakini, kompleks di puncak bukit itu merupakan lokasi di mana Bait-bait yang disebut di dalam Alkitab pernah berdiri dan merupakan situs tersuci di ajaran Yudaisme.

Muslim menghormati posisi tersebut sebagai Al-Haram al-Sharif (Tempat Suci Mulia), kedudukan Masjid Al Aqsa serta tempat suci ketiga di Islam. Minggu pagi, kelompok Muslim sempat bentrok dengan pasukan keamanan Israel di lokasi tersebut.

Tidak ada objek cedera yang dilaporkan, tetapi insiden itu kembali meningkatkan ketegangan. Insiden itu terjadi hanya beberapa hari sebelum umat Islam merayakan Idul Adha, atau Hari Umum Kurban. [ab/uh]