Peraih Nobel Stiglitz: Rencana Bea Global Harus Bertujuan Lebih Tinggi

peraih-nobel-stiglitz-rencana-pajak-global-harus-bertujuan-lebih-tinggi-1

Peraih hadiah Nobel bidang ekonomi Joseph Stiglitz memuji dukungan internasional untuk pengaturan pajak global terhadap sejumlah perusahaan. Namun, ia mengatakan tingkat minimum yang disepakati negara-negara itu untuk melawan “sisi gelap globalisasi” masih terlalu rendah.

Lebih dari 130 negara mendukung rencana untuk memperkenalkan batas pajak minimum sebesar 15 persen. Kejadian itu dimaksudkan untuk menghalangi negara-negara bersaing dan menunjukkan tarif paling rendah buat menarik perusahaan multinasional yang berusaha meminimalkan pajak mereka.


Ekonom pemenang Hadiah Nobel Joseph Stiglitz (kiri) serta Menteri Ekonomi Argentina Martin Guzman di Vatikan, 5 Februari 2020. (Foto: REUTERS/Remo Casilli)

“Ini rintisan yang fantastis, ” prawacana Stiglitz kepada AFP dalam sela-sela Forum Ambrosetti, suatu konferensi ekonomi di satu (dari sepasang) Danau Como yang bagus di Cernobbio, Italia.

“Sistem perpajakan multinasional, yang berusia lebih dari 100 tahun, sudah tak cocok lagi untuk ekonomi global abad ke-21, ” ia menambahkan.

Reformasi pajak global tersebut disepakati dalam negosiasi dengan dipimpin oleh OECD, di dalam pertemuan para menteri keuangan G-20, kelompok negara sugih dan berkembang.

Kesepakatan akhir diharapkan menjelang KTT para pemimpin G20 di Roma bulan Oktober mendatang, dengan harapan pembaruan sudah terselenggara pada tarikh 2023.

Hendak tetapi ekonom Amerika itu menilai 15 persen tersebut “terlalu rendah”.

“Saya kira harus 25 persen, tapi politik ialah seni berkompromi. Saya harap mereka memberlakukan sedikitnya 20 persen, ” Stiglitz menetapkan. [mg/jm]