Penyekatan Perjalanan Diperketat, Maaf Gak Mudik Dulu!

Aji Rokhadi sudah lebih dari delapan tahun menyala di Tokyo, Jepang. Dia ingin sekali mudik ke Jakarta, merayakan lebaran beserta keluarga besarnya. Namun, perebakan pandemi virus corona dengan masih belum terkendali dan perebakan pandemi virus corona dan pembatasan perjalanan dengan ketat, –baik yang diberlakukan pemerintah Jepang maupun Nusantara — membuat Aji membatalkan niatnya.


Aji Rokhadi, warga Indonesia yang sudah bertambah dari delapan tahun main di Tokyo, Jepang. (Foto: Aji Rokhadi/Pribadi)

“Seperti kebanyakan orang yang merayakan hari raya, saya juga ingin sekali bisa mudik. Tapi apa daya sebab pandemi saya harus mengecewakan niat itu, ” perkataan Aji.

Tokyo, yang sedang bersiap menjadikan pesta olahraga bergengsi Olimpiade 2021, memang sedang mengesahkan kebijakan pembatasan sosial dan perjalanan yang sangat saksama. Lebih dari 660 seperseribu orang terjangkit virus menjemput ini, sementara korban wafat mencapai lebih dari 11 ribu orang.

Pertimbangan serupa juga mewujudkan Henny Kusumawati dan suaminya Teguh Yulianto, warga Indonesia yang sejak 2011 bermukim di Atlanta, Georgia, mengecewakan niatnya untuk mudik.

“Lebaran kali itu lagi-lagi kami gak mampu mudik ke Indonesia. Bila ditanya perasaan, pastinya prihatin. Tahun kemarin kami serupa tidak bisa mudik, tapi sempat berharap agar tarikh depan aman dan bisa mudik. Ternyata masih belum aman. Jadi, ya sudah.., ” tutur Henny.


Henny Kusumawati dan Teguh Yulianto, warga Indonesia di Atlanta, Georgia, yang untuk kedua kalinya mengurungkan niatnya untuk mudik. (Foto: Henny Kusumawati/pribadi)

“Sedih, tapi sedia apa lagi. Alhamdulillah masih bisa video call , meskipun tak bisa bertemu secara wujud, tapi tetap bisa berkomunikasi, ” imbuhnya.

Amerika Serikat (AS) masih menjadi negara dengan level perebakan virus corona sempurna di dunia, yaitu dekat 33 juta orang terkena dan lebih dari 581 orang meninggal dunia.

Lain halnya dengan Athira Farah Tirtadyani, mahasiswa strata satu di Université Grenoble-Alpes di Grenoble, sebuah kota di bagian tenggara Perancis. Athira memang tak berencana pulang karena ingin menyelesaikan studinya dalam bagian “applied human sciences” terlebih dahulu. Namun, ia lestari merasa ada sesuatu dengan hilang saat Idulfitri ini karena harus merayakannya seorang diri.

Diwawancarai seusai vaksinasi pada Rabu (12/5), Athira mengirim perintah ini untuk keluarganya di Indonesia.


Athira Farah Tirtadyani, mahasiswi Indonesia di Université Grenoble-Alpes di Grenoble, Perancis. Athira berharap bisa memuliakan Idulfitri bersama keluarga, walaupun tidak berencana mudik. (Foto: Athira Farah Tirtadyani/koleksi pribadi)

“Saya memang tak berencana mudik karena mau menyelesaikan studi strata utama terlebih dahulu dan dasar baru berencana pulang sesudah studi selesai. Ditambah kedudukan pandemi sekarang, semakin tidak memungkinkan untuk pulang. Akan tetapi saya ingin sekali menyuarakan selamat Idulfitri untuk abu dan ibu di Jakarta, juga saudara-saudara semua di Indonesia, ” kata Athira.

Pemerintah Nusantara memang sudah sejak jauh hari menyerukan warga untuk tidak mudik dulu jawab mencegah perebakan lebih jauh COVID-19. Indonesia merupakan lupa satu 20 negara pada dunia dengan tingkat perebakan tertinggi, di mana hingga hari ini sudah bertambah dari 1, 7 juta orang tertular dan bertambah dari 47 ribu orang meninggal dunia. [em/jm]