Pengadilan AS Putuskan Trump Harus Izinkan Aplikasi Baru untuk DACA

Pengadilan AS Putuskan Trump Harus Izinkan Aplikasi Baru untuk DACA

Pengadilan Federal Amerika sudah memutuskan bahwa pemerintahan Trump kudu menerima pelamar baru untuk rencana yang melindungi imigran muda daripada ancaman deportasi.

Pengadilan Distrik Amerika di Maryland mengucapkan pada hari Jumat (17/7) kalau program Deferred Action for Childhood Arrivals (DACA) atau program penangguhan tindakan terhadap imigran yang dibawa oleh orang tua mereka ke Amerika sewaktu kanak-kanak harus dihidupkan kembali sepenuhnya untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, setelah adanya putusan Mahkamah Agung bahwa program itu dibatalkan secara tidak benar.

Dinas Kewarganegaraan dan Imigrasi Amerika mengatakan sedang mempelajari putusan itu.

Mahkamah Besar memutuskan bulan lalu bahwa tadbir Trump telah memberikan alasan dengan tidak memadai untuk membatalkan DACA pada 2017. Namun MA tak memutuskan apakah penerima DACA memiliki hak permanen untuk tinggal dalam Amerika Serikat dan putusannya tak mencegah Trump untuk berusaha lagi mengakhiri program itu.

DACA adalah program era Obama yang melindungi sekitar 700 seperseribu imigran dari ancaman deportasi. Itu dibawa masuk ke Amerika Serikat secara ilegal ketika masih bocah. Hanya mereka yang sudah tercatat ketika program itu dihentikan yang boleh memperbarui status perlindungan itu. [lt/pp]