Penembakan di California, Ibu Kubra Selamatkan Anaknya

Seorang pejabat mengutarakan, Kamis (1/4), salah mulia dari empat korban tewas dalam penembakan membabi-buta dalam pinggiran Kota Los Angeles, Rabu (30/3), adalah seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun yang diperkirakan mati dalam pelukan ibunya dengan luka-luka ketika berjuang menyelamatkan anak itu.

“Tampaknya anak kecil itu meninggal dalam pelukan ibunya ketika ia berupaya bersusah-susah menyelamatkannya dalam pembantaian mengerikan itu, ” ujar Jaksa Distrik Orange County Todd Spitzer dalam konferensi pers.

Pertumpahan darah di Orange, California, kira-kira 30 mil tenggara pusat kota Los Angeles, ialah penembakan massal ketiga dalam Amerika dalam kurang sejak satu bulan.

Dalam dua insiden penembakan lainnya pada Maret, seorang laki-laki membunuh delapan orang – termasuk enam rani Asia – di tiga spa di Atlanta, Georgia. Di Boulder, Colorado, seorang laki-laki lain melepaskan tembakan di sebuah supermarket, mengganyang 10 orang.

Tidak seperti dua insiden sebelumnya, tim penyelidik dalam California mengatakan mereka bisa segera mengetahui bahwa penembak mengenal para korban, sehingga ini bukan aksi kebengisan acak.

“Motif awalnya diyakini terkait secara bisnis dan hubungan awak yang terjalin antara tersangka dan semua korban, ” ujar Letnan Jennifer Amat di Kepolisian Orange di dalam konferensi pers yang persis.

Para penguasa itu mengidentifikasi tersangka sebagai Aminadab Gaxiola Gonzalez, leler 44 tahun, penduduk Praja Fullerton di dekatnya.

Selain anak pria berusia sembilan tahun itu, korban jiwa lainnya ialah seorang laki-laki dan dua perempuan. Amat mengatakan sang penembak dan perempuan yang melindungi anak itu masih dirawat di rumah kecil dalam kondisi kritis akan tetapi stabil.

Petugas mengatakan tersangka pelaku mengikuti kompleks perkantoran yang disebut “Unified Homes” yang mengambil dan menjual mobile-home pada Rabu (31/3) sian & mengunci pintu gerbang pada bagian belakang dengan pokok sepeda. Mobile-home adalah wadah tinggal yang dibangun di atas sasis baja serta dilengkapi roda supaya barangkali diangkut ke lokasi yang biasanya permanen.

Ketika polisi tiba letusan senjata masih terdengar, tetapi mereka tidak dapat menghunjam hingga mereka berhasil memecah rantai yang mengunci pintu gerbang itu. [em/jm]