Pemberdayaan Perempuan Chad: ‘Lingui’ Perbolehkan Kesan di Festival Cannes

pemberdayaan-perempuan-chad-ac280c298linguiac280c299-beri-kesan-di-festival-cannes-2

Mahamet-Saleh Haroun memberi kredit kepada para perempuan Chad yang terpinggirkan melalui hidup barunya berjudul “Lingui, The Sacred Bonds. ”

Film itu mengenai Amina, yang diperankan oleh Achouackh Abakar Souleymane, seorang ibu tunggal yang dikucilkan masyarakat karena tidak menikah.

Keberadaan Amina yang rentan semakin bermasalah ketika putrinya yang sedang remaja, Maria, diperankan sebab Rihane Khalil Alio, hamil. Ia seakan ditakdirkan buat mengikuti jejak ibunya, kecuali jika ia mengambil efek untuk aborsi secara ilegal.

“Status sebagai ibu tunggal dan semua ini, terjadi di mana-mana di dunia. Di Chad perbedaannya, ketika seorang rani tidak menikah dan berisi, itu dilarang. Itu makin tidak bisa dibicarakan seolah-olah yang dialami Amina. Ia ditolak dalam masyarakat. Bila itu terjadi, hal yang sama akan berlaku pada Kamu, ” kata Souleymane.


Pemutaran film “Lingui” dalam perlombaan. Sutradara Mahamat-Saleh Haroun & pemeran Achouackh Abakar dan Rihane Khalil Alio secara pose tamu. (Foto: REUTERS/Eric Gaillard)

Pemeran Amina itu menguraikan situasi sesuai dihadapi anak perempuan Amina yang juga hamil.

“Anak hawa Amina menyadari apa yang akan ia hadapi. Kesimpulan untuk menggugurkan kandungan, awalnya diambil oleh putri Amina. Namun ibu tunggal itu menyadari, bagaimana kehidupan putrinya nanti, ” katanya.

Souleymane senang dalam sosok Amina. Ia digambarkan sebagai perempuan yang setia dalam mengambil keputusan & melakukannya.

Setia sekaligus sutradara film, Haroun berencana menayangkan film tersebut kepada kaum perempuan pada Chad. Ia berharap dapat mengadakan diskusi dengan para penonton, sekaligus untuk memberdayakan mereka.

“Saya berkeinginan, bersama Achouackh dan Rihane, pemutaran film tersebut hanya bagi kaum perempuan. Menurut saya, mereka hendak merasa seperti ada kemandirian untuk membicarakan hal-hal karakter yang mendalam, jika kami hadir di sana, ” kata Haroun.

Haroun berpandangan secara tradisional sejumlah perempuan tidak terbiasa berbicara masalah pribadi mereka secara mendalam, jika ia tidak ada di kian.

“Pertama-tama kita akan ungkapkan kata-kata dengan gerak isyarat, sambil menetapkan ke Achouackh. Ia terang bagaimana berbicara dengan mereka. Kami hanya akan menyusun beberapa pemutaran bagi rani terlebih dahulu. ”


Pemotretan untuk film “Lingui” di dalam kompetisi – Cannes, Prancis, 9 Juli 2021. Sutradara Mahamat-Saleh Haroun berpose. (Foto: REUTERS/Gonzalo Fuentes)

Menjelma salah satu dari segelintir pemeran perempuan di Chad, Souleymane juga membuka berkepanjangan dalam karirnya sendiri.

“Lingui, The Sacred Bonds” mendapat sambutan rapat di Festival Film Cannes, yang ditayangkan dalam perlombaan tersebut.

Setelah bioskop ditutup secara besar terkait pandemi COVID-19, hasil terhadap film yang dia sutradarai sendiri, membuat Haroun serasa melayang di tempat “awan kecil”.

Festival Film Cannes berlangsung hingga 17 Juli 2021. [mg/ka]