Olimpiade Tanpa Penonton Asing, Bisnis-bisnis di Tokyo Terpukul

olimpiade-tanpa-penonton-asing-bisnis-bisnis-di-tokyo-terpukul-3

Cuma ada sejumlah pengunjung terlihat berlalu lalang di Asakusa, sebuah lokasi wisata tenar di Tokyo, yang tadinya diperkirakan akan dibanjiri ribuan penonton dan peserta Olimpiade.

“Seharusnya ada banyak turis dan orang asing di kawasan Asakusa selama Olimpiade Tokyo, ” kata Shuichi Inoue, pemilik toko yang menjajakan manisan Jepang. “Namun kenyataannya daerah ini sepi & kami kecewa. ”

Inoue merupakan satu dari ratusan pemilik bisnis di Asakusa serta wilayah-wilayah lain di Tokyo yang merasakan dampak membatalkan pembatasan-pembatasan terkait protokol kesehatan COVID-19 di Jepang.

Toko suvenir milik Yoshihisa Omae dulunya terletak di lokasi utama turis dekat Ometesando, distrik perbelanjaan kelas atas yang sering diserbu turis domestik dan asing yang modis dari berbagai penjuru dunia.


Suasana di sekitar Kaminarimon, gerbang masuk istimewa pertama Kuil Sensoji pada Tokyo, Selasa, 13 Juli 2021, (AP)

Karena pandemi, ia memindahkan tokonya ke Hiro-o, daerah perumahan di daerah Shibuya dengan populer bagi ekspatriat.

Omae tak hanya kehilangan kesempatan buat menonton upacara pembukaan bergandengan putrinya, tetapi bisnisnya jauh berkurang karena kebijakan Olimpiade tanpa penonton.

“Penghasilan berkurang, apalagi mungkin hanya 10 obat jerih dari penghasilan dulu. praktis tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan ekspektasi awal kami, ” katanya.


Boneka mainan dari keluarga Funassyi, maskot tidak resmi dengan mewakili kota Funabashi, prefektur Chiba di toko tanda mata bertema Funassyi di sebuah mal di Funabashi, pinggiran kota Tokyo, 13 Juli 2021. (AFP)

Tetapi Sayuri Shirai, profesor ekonomi di Universitas Keio, mengatakan bahwa penyelenggaraan Olimpiade tahun ini memberi lebih banyak manfaat ketimbang membatalkannya.

“Pandemi COVID-19 dimulai dari tahun semrawut sehingga keuntungan ekonomi dengan kita harapkan tahun awut-awutan ini tidak terjadi, ” kata Shirai “Tapi, menyelenggarakan Olimpiade meningkatkan beberapa kegiatan ekonomi tambahan. Jadi dipadankan dengan membatalkannya, ini sedang lebih baik. ”

Untuk mengatasi krisis yang diperparah oleh pandemi dan kefrustrasian karena tidak menghasilkan uang selama Olimpiade, beberapa pengusaha mungil Jepang menjalankan bisnis itu untuk sekadar bertahan tumbuh.


Sebuah jaring diletakkan di sekitar toko merchandise Tokyo 2020 di Bandara Internasional Narit, dekat Tokyo, 2 April 2020. (AP)

Yume Shimazaki memiliki sebuah apartemen di Tokyo. Ia tadinya berencana bakal menyewakannya ke turis aneh selama Olimpiade. Tetapi fakta itu tidak terwujud sehingga ia kini menyewakan apartemennya untuk orang yang perlu melakukan isolasi mandiri dengan harga sewa jauh bertambah rendah.

Olimpiade berlangsung hingga 8 Agustus, untuk kemudian diikuti oleh Paralimpiade, tetapi perjuangan yang dihadapi para pengusaha bisnis kecil setempat terus berlanjut. [ab/uh]