New York Resmikan Pencakar Langit Ikonik Baru di Tengah Pandemi

New York Resmikan Pencakar Langit Ikonik Baru di Tengah Pandemi

Meskipun pasar ruang-ruang dan gedung perkantoran sangat terpukul oleh pandemi virus corona, sebuah pencakar langit yang ikonik diresmikan beberapa waktu lalu pada Manhattan, New York. Sebagian tinggi penyewa gedung itu juga menyewa untuk jangka panjang.

One Vanderbilt, gedung pencakar udara terbaru yang menjulang setinggi 427 meter di kota New York, diresmikan pertengahan September ini dengan acara pengguntingan pita yang mengindahkan protokol kesehatan terkait wabah virus corona. COVID-19 sendiri telah menimbulkan kebanyakan gedung-gedung kantor dan jalan-jalan di kota Manhattan tampak sunyi dan lengang.

Gedung baru bernilai 3, 3 miliar dolar yang berdekatan dengan Grand Central Terminal ini mewakili jalan penting dalam upaya kota New York untuk memastikan bahwa medan Midtown Manhattan, di mana gedung-gedung di sana rata-rata berusia 85 tahun, tetap menjadi distrik perkantoran premium.

Pemilik saham mayoritas One Vanderbilt, SL Green Realty Corporation menyisihkan 220 juta dolar dana untuk tangga pertama dan memperbaiki koneksi ke stasiun kereta bawah tanah di Grand Central, dalam suatu model kemitraan swasta yang rencananya akan ditiru pemerintah kota New York untuk diterapkan di kawasan tersebut.


Marc Holliday, Chairman serta CEO SL Green Realty Corp, berdiri di lantai 54 sejak menara perkantoran 77 lantai, One Vanderbilt, di Manhattan, New York. 9 September 2020. (Foto: REUTERS/Mike Segar)

CEO SL Green Marc Holliday, dalam upacara pengguntingan pita mengatakan, “Penuntasan proyek spektakuler tersebut menandai era baru desain pencakar langit yang aspiratif. ”

Tetapi gedung perkantoran sempurna kedua di Manhattan setelah One World Trace Center itu, dibuka pada waktu harga sewa turun karena banyak karyawan kini berlaku dari rumah dan maraknya pembangunan yang terbesar sejak tahun 1980-an.

Perpanjangan subsewa & sewa jangka pendek kini mencakup lebih dari 70 persen sebab perusahaan-perusahaan berusaha mengatasi dampak kemerosotan ekonomi karena pandemi. Wabah COVID-19 telah mendorong tingkat pengangguran pada kota itu hingga mencapai 20 persen, yang tertinggi di jarang kota-kota besar lainnya di GANDAR.

Sama jangka sewa di SL Green, pemilik perkantoran terbanyak di New York, pada kuartal ke-dua ini turun menjadi 4, 3 tarikh dari 10, 1 tahun di periode sebelumnya.

Meskipun 67 persen ruang One Vanderbilt disewa dengan jangka panjang dengan tarif lebih dari 1. 000 dolar per meter persegi, kekhawatiran akan COVID-19 telah membuat kantor-kantor di Manhattan, pasar kantor terbesar di AS, sebagian besar sunyi. Kemungkinan besar ini akan tetap berlangsung sebelum beredarnya vaksin yang telah mendapat izin. 9

Para penyewa One Vanderbit sendiri baru akan mulai alih ke gedung tersebut akhir tarikh ini.

Tantangannya, setidaknya dalam jangka dekat adalah, menghasilkan orang kembali bekerja di dewan dan yakin bahwa konfigurasi kawasan, berikut elevatornya, memungkinkan adanya renggang aman yang cukup luas dalam antara para pekerja. [uh/ab]