Minneapolis Dicekam Kekerasan dan Penjarahan

Minneapolis Dicekam Kekerasan dan Penjarahan

Wali Kota Minneapolis, Jacob Frey, Jumat pagi (29/5) mengatakan bahwa kota itu dalam kejadian sangat “sakit dan marah. ” Akan tetapi penjarahan dan pembakaran untuk memprotes kematian seorang warga kulit hitam dalam tahanan penjaga “tidak dapat diterima sama sekali, ” lanjut Frey. Frey mengatakan properti-properti yang rusak “sangat istimewa bagi komunitas. ”

Frey mengatakan ia telah memutuskan untuk membiarkan sebuah kantor penjaga terbakar Kamis malam (28/5) sesudah menerima laporan-laporan bahwa para demonstran berusaha menerobos tempat itu. Awak polisi dievakuasi dari kantor tersebut dan pada Kamis malam (28/5), kantor itu serta beberapa bangunan di dekatnya dibakar oleh pengunjuk rasa.

“Bangunan-bangunan tak sepenting nyawa, ” kata Frey membela keputusannya. “Kami akan meneruskan tugas kami. ” Tak ada polisi maupun petugas pemadam kebakaran yang berada di lokasi pra atau setelah kebakaran merebak.

Pengunjuk rasa marah atas kematian George Floyd, Senin suangi (28/5), setelah seorang polisi jangat putih menindih leher Floyd dengan lututnya sewaktu Floyd dalam tahanan, dan ini diduga membunuhnya.

Wali Kota tidak menyelami cuitan Presiden AS Donald Trump di Twitter sebelumnya hari Jumat (29/5) yang menyebut tentang Frey yang “sama sekali tidak memiliki kepemimpinan” dan “para preman” dengan “tidak menghargai kenangan tentang George Floyd. ”

Setelah para wartawan membacakan cuitan itu, Frey mengatakan “Donald Trump tidak mengetahui apapun menghantam kekuatan Minneapolis. ” Wali Praja juga menambahkan, ” Kami betul-betul kuat. ” Frey telah menetapkan situasi darurat di kota yang sarat ketegangan itu setelah janji Floyd.

Lima ratus anggota Garda Nasional telah diaktifkan atas permintaan gubernur Minnesota, ucap para pejabat Garda, Kamis malam (28/5). Mereka akan dikerahkan ke Minneapolis, St. Paul dan daerah-daerah sekitarnya.

Beberapa gardu di Minneapolis dan kota kembarnya St Paul dibakar pada Kamis malam (25/5). Polisi St. Paul menyatakan para petugas dilempari sundal dan botol. Ada juga laporan mengenai penjarahan di St. Paul. [uh/ab]