Menyimak Pertemuan Menlu ASEAN, Indonesia Meminta AS Ikut Pelihara Stabilitas dalam Kawasan

Menyimak Pertemuan Menlu ASEAN, Indonesia Meminta AS Ikut Pelihara Stabilitas dalam Kawasan

Indonesia berharap Amerika Serikat akan terus menjadi mitra pendirian, mitra dalam memelihara perdamaian serta stabilitas, dan mitra yang sanggup terus menjaga norma, nilai, dan prinsip-prinsip hukum internasional. Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di sela-sela ASEAN Ministerial Meeting yang dilangsungkan secara maya.

Menteri Luar Daerah Retno Marsudi dalam jumpa pers secara virtual, Kamis (10/9) mengucapkan dalam pertemuan antara para menteri luar negeri ASEAN dengan Gajah Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo, yang dilangsungkan secara virtual, ditegaskan kembali posisi Amerika dengan selama ini menjadi salah satu mitra utama ASEAN.

Indonesia dan ASEAN selalu sudah memiliki komitmen untuk terus memperkokoh kemitraan yang baik secara Amerika, yakni kemitraan yang sebanding, stabil, dan membawa keuntungan untuk rakyat Amerika dan ASEAN.

“Indonesia mencita-citakan Amerika Serikat akan terus menjelma mitra pembangunan, mitra dalam memelihara perdamaian dan stabilitas, dan mitra yang dapat terus menjaga kaidah, nilai, dan prinsip-prinsip hukum global, ” kata Menteri Retno.

Pada pertemuan virtual dengan Pompeo tersebut, Menteri Retno mengajak masyarakat dunia untuk memberi respon bersama dan saling terkoneksi di menghadapi pandemi Covid-19. Indonesia mengirimkan pula apresiasi bantuan ventilator lantaran Amerika.

Ke depannya, ASEAN dan Amerika, tambahnya, harus menjalin kerjasama jangka panjang untuk membangun ketahanan kesehatan di medan; antara lain dengan memperkuat jaringan antara pusat pengendalian dan pencegahan wabah penyakit.

Indonesia Kembali Tekankan Pentingnya Vaksin Sebagai “ Game-Changer ”

Nusantara menegaskan vaksin adalah harapan segenap warga dunia. Oleh sebab itu, ASEAN dan Amerika diharapkan mampu bekerjasama dalam pengembangan dan penerapan vaksin Covid-19. Indonesia juga meminta kerjasama ASEAN dan Amerika mampu menjadi kemitraan sejati bagi perbaikan dan stabilitas di kawasan.

Dalam pertemuan ASEAN serta Amerika telah diadopsi dua dokumen, yakni pernyataan bersama dan Rancangan Aksi untuk mengimplementasikan kemitraan strategis ASEAN-Amerika 2021-2025.

Deplu AS Puji Persatuan dan Keterbukaan ASEAN Merespon Covid-19

Dalam siaran pers yang dilansir Departemen Luar Negeri Amerika, Mike Pompeo memuji bon dan keterbukaan ASEAN dalam merespon pandemi Covid-19. Dia juga memberikan upaya Amerika untuk menciptakan vaksin Covid-19 yang terjangkau dan tersedia secara luas.

Pompeo kembali menggarisbawahi komitmen pemerintah serta pihak swasta Amerika untuk bermitra dengan negara-negara ASEAN dalam upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

Pompeo bersama kurang negara ASEAN ikut menyampaikan kesedihan terhadap tindakan-tindakan agresif China di Laut Cina Selatan. Amerika berpaut teguh pada keputusan pengadilan arbitrase internasional pada 2016 yang membuktikan klaim China terhadap wilayah Laut Cina Selatan melanggar hukum universal.

Dalam pertemuan ASEAN Ministerial Meeting itu Amerika dan beberapa negeri lain menyampaikan keprihatinan terhadap pemberlakukan undang-undang keamanan negara di Hong Kong oleh China, penangkapan para aktivis pro-demokrasi, penganuliran calon-calon pro-demkrasi dalam pemilu, dan penundaan pelaksanaan pemilu selama setahun.

Secara khusus Pompeo menyerukan dihentikannya kekerasan di negara bagian Rakhine, Myanmar, yang dihuni oleh awak Muslim-Rohingnya, dan menyerukan semua bagian untuk berunding.

Pengamat Nilai Amerika Berupaya Imbangi China di ASEAN

Pengamat hubungan internasional dalam Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Nanto Sriyanto mengatakan kehadiran Amerika di ASEAN salah satunya buat mengimbangi agresivitas China di Bahar Cina Selatan, isu vasin Covid-19, dan isu-isu lain.

“Kehadiran Amerika penting tetapi dalam satu sisi negara-negara di daerah ini tidak ingin terjebak pada perseteruan narasi antara China serta Amerika, misalnya soal siapa dengan harus bertanggung jawab terhadap merebaknya pandemi Covid-19, sementara kebutuhan vaksin mendesak, ” ujar Nanto.

Nanto berharap ke depannya nanti kerjasama antara ASEAN serta Amerika tidak hanya mengandalkan sumber daya alam dan militer, namun juga harus mulai merambah ke bidang jasa dan pendidikan. [fw/em]