Menuntut Ungkap Pengaruh Keberadaan Hewan Dingo terhadap Ekosistem Australia

studi-ungkap-pengaruh-keberadaan-hewan-dingo-terhadap-ekosistem-australia-1

Dingo adalah sejenis hewan liar khas Australia yang merupakan turunan dari serigala Asia selatan. Mereka kurang menggongong, tetapi cenderung melolong. Mereka diperkirakan tiba pada daratan Australia bersama para-para pelaut Asia kurang lebih 3. 500 tahun yang lalu.

Pada pegunungan pasir merah Gurun Strzelecki, tepatnya di bagian tengah Australia, dibangun sebuah pagar pembatas sepanjang 5. 600 kilometer untuk membatasi wilayah jelajah dingo. Sebuah penelitian terhadap pagar pemisah tersebut telah menunjukan barang apa yang terjadi apabila sejenis pemangsa utama disingkirkan.


Seekor Dingo Australia menguap sambil berbaring di bawah sinar matahari di Kebun Hewan Taronga Sydney, 13 Desember 1995. (Foto: REUTERS/David Grey)

Adrian Fisher, seorang dosen pengajar ilmu penginderaan jarak jauh di Universitas New South Wales, mengucapkan melalui penelitian gambar satelit selama 32 tahun, terlihat dinamika lapisan vegetasi dengan berbeda pada kedua mengacaukan sisi pagar pembatas.

Adrian mengucapkan, di sisi sebelah pagar yang jarang dihuni dingo, ditemukan lebih banyak binatang kanguru memamah biak dengan mengurangi lapisan rumput di dalam daerah tersebut..

Adrian Fisher serupa mengatakan bahwa terlalu banyaknya lapisan rumput yang dimakan oleh kanguru akan merusak kualitas tanah, hingga membuahkan dataran tersebut lebih mengharukan terhadap erosi. Menurutnya, keberadaan dingo tidak hanya melindungi populasi kanguru tetap terkendali, tetapi juga dapat membatasi kerusakan ekologis yang dikarenakan oleh hama liar.

Adrian mengatakan, nyata keberadaan dingo tersebut membentengi angka kanguru tetap hina, dan di mana tersedia dingo, di situ bakal lebih berkurang populasi rubah dan kucing liar. Ini berarti di luar batas tersebut umumnya terdapat mamalia kecil endemik, seperti tikus-tikus lompat. Bersamaan dengan gambar-gambar satelit, penelitian ini terang menunjukan bahwa penyingkiran binatang pemangsa teratas itu telah berakibat luas pada pemandangan dan keanekaragaman hayati. Untuk dapat memulihkan dan mengekalkan ekosistem tersebut, peran dingo yang penting ini menetapkan diakui.

Pagar tersebut dibangun di Australia pada awal abad ke-20 untuk membantu melindungi peternakan domba. Apabila sebagian dari pagar tersebut dibongkar, maka industri peternakan dapat terancam, tetapi para penulis penelitian universitas tersebut berharap akan ditemukan suatu keseimbangan yang bisa memulihkan ekosistem dan menangani peternakan.

Pengkajian Universitas New South Wales tersebut telah dipublikasikan di dalam jurnal “Landscape Ecology. ” [aa/lt]