Mengapa China Terus Memasang Poster Ancam Perang Melawan Taiwan? Â

mengapa-china-terus-memasang-poster-ancam-perang-melawan-taiwana-1

Penggunaan poster warna-warni & penggunaan kata-kata keras oleh militer China yang mengisyaratkan perang dengan saingan politik lamanya, Taiwan, lebih diperuntukkan untuk mempertahankan pasukannya sendiri agar tetap waspada & membuat Partai Komunis tampak kuat ketimbang membuat hangat orang Taiwan, demikian menurut beberapa ahli.

Para analis itu yakin, poster-poster yang didistribusikan secara online di China itu, termasuk yang terlihat bulan ini yang bertuliskan “Bersiaplah untuk perang, ” memicu Tentara Pembebasan Anak buah untuk bersiap menghadapi pertengkaran apa pun. Mereka mengatakan militer Taiwan yang semasa bertahun-tahun kerap melihat poster semacam itu tidak perlu khawatir.

Poster-poster sebelumnya yang menarget Taiwan menunjukkan sejumlah ledakan terjadi di atas peta Taiwan dan kapal-kapal China menyerang sebuah muara sungai di utara Taipei. Kedua belah pihak belum pernah berperang sejak serangkaian pertarungan kecil di pulau-pulau terpencil sekitar 50 tahun dengan lalu.

Poster tentara China dengan dikeluarkan tahun 1958 bertuliskan “Kita harus membebaskan Taiwan”, poster bertahun 1954 bertuliskan “Selamatkan rekan-rekan Taiwan kita” dan satu poster dari tahun 1950 mengatakan “Mengirim Tentara Pembebasan Rakyat untuk menggulingkan Taiwan! Laksanakan konflik revolusioner sampai selesai!. ”

“Ini benar-benar menekankan solidaritas domestik, rakyat harus siap, dan juga memperkuat posisi tanduk PKC (Partai Komunis China), ” kata Andrew Yang, sekretaris jenderal lembaga think-tank Dewan Kajian Studi Kebijaksanaan Lanjutan China di Taiwan.


Tentara Pembebasan Rakyat China dalam formasi barisan semasa parade memperingati 70 tahun berdirinya Republik Rakyat China di Beijing, 1 Oktober 2019.

China sudah mengklaim kedaulatan atas Taiwan sejak perang saudara China tahun 1940-an, ketika golongan Nasionalis kalah dari Komunis dan melarikan diri ke pulau yang berjarak 160 kilometer dari China tanah. Pemerintah Komunis bersikeras supaya kedua belah pihak berbaur dan tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk mengejar hasrat itu meskipun mengatakan lebih memilih unifikasi damai.

Hubungan memburuk sejak 2016, ketika Pemimpin Tsai Ing-wen menjabat pada Taipei dengan dukungan kelompok politik yang berpandangan membanting terhadap Beijing. Selama lima tahun terakhir, China sudah mengurangi pariwisata ke Taiwan, membujuk beberapa sekutu diplomatik Taiwan untuk beralih loyalitas dan menerbangkan pesawat militer melewati wilayah udara Taiwan.

Para analis yakin, poster-poster itu tidak mengisyaratkan perang pada masa yang akan datang, karena China lebih menuruti untuk menghindari konflik walaupun mempertahankan diri sebagai tentara terbesar ketiga di dunia setelah Amerika dan Rusia.

Ikatan militer yang sesungguhnya “sebenarnya tidak begitu tegang, ” kata Huang Kwei-bo, wakil dekan perguruan tinggi kesibukan internasional di Universitas Nasional Chengchi di Taipei.

Poster-poster tampak “untuk pelatihan militer serta juga untuk kesiapsiagaan, itu selalu melakukan banyak peristiwa terkait psikologi dan budi, ” kata Huang.

Situs harian China Daily yang dikelola pemerintah Beijing pada 2017 mengakui upaya untuk “meningkatkan moral militer, ” ketika Presiden China Xi Jinping memberikan penghargaan kepada 10 perwira untuk kontribusi istimewa mereka. Tentara sering melenyapkan sebagian besar waktu pada setahun jauh dari puak.

Setahun sebelumnya, kantor-kantor berita mengambil sejumlah pejabat rendahan China yang mengatakan telah membaktikan kewajiban keluarga untuk hidup di kapal induk namun mendapati tugas mereka berguna.

Negeri2 komunis biasanya menggunakan plakat dan pesan lain buat menciptakan “pemicu” yang mengemukakan “perjuangan rakyat” dan alhasil memobilisasi rakyat “untuk perjuangan melawan musuh, ” sirih sebuah laporan dalam artikel yang tersimpan di pangkalan data Arsip Internet Marxis.

Negeri China selama beberapa dekade telah mengeluarkan poster berwarna-warni dan sering kali “disertai foto-foto” untuk meningkatkan kepercayaan pada partai yang berkuasa di kalangan penduduknya, introduksi Sean Su, seorang analis politik independen di Taipei. Poster-poster sebelumnya menunjukkan China bisa memenangkan perang melawan Amerika, tambahnya.

Tahun ini Golongan Komunis China merilis hidup, memberikan pidato, menampilkan spanduk dan menempatkan laporan di berita China untuk rujukan 100 tahun pendirian partai. Poster terbaru yang ditujukan kepada Taiwan mungkin menjadi bagian dari upaya tersebut, kata Yang.

“Korea Utara memproduksi hal seperti ini setiap bulan, jadi ini bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan, ” kata Su. “Negara-negara otoriter suka berbicara tulang. China mengeluarkan hal-hal itu hampir setiap tahun, namun tujuan sebenarnya dari hal-hal ini adalah untuk meningkatkan militernya dan mempertahankan kesiapannya. ” [my/ab]