Meja hijau Inggris: Assange Kemungkinan Berakhir dalam Penjara AS

Meja hijau Inggris: Assange Kemungkinan Berakhir dalam Penjara AS

Pendiri WikiLeaks Julian Assange harus berjuang mati-matian agar tidak ditahan di penjara paling ketat di Amerika jika terbukti bersalah atas dakwaan spionase dan dikirim ke sana, demikian pernyataan yang disampaikan di pengadilan Old Bailey, London, Selasa (29/9).

Assange, dengan menentang permintaan ekstradisi dari AS, kemungkinan akan dikirim ke penjara federal itu dengan keamanan penuh di Florence, Colorado, jika benar bersalah, demikian dikatakan Maureen Baird, mantan sipir penjara di Induk Pemasyarakatan Metropolitan di New York.

Jaksa AS telah mendakwa Assange yang berusia 49 tahun atas 17 tuduhan spionase dan satu tuduhan penyalahgunaan komputer karena publikasi dokumen rahasia tentara Amerika oleh WikiLeaks satu dekade lalu. Ia diancam hukuman tangsi maksimal 175 tahun.

Tim pembela mengatakan Assange mempunyai mendapat perlindungan Amandemen Pertama sebab membocorkan dokumen yang mengungkap kelalaian militer AS di Irak dan Afghanistan. Tim pembelanya juga mengucapkan ia menderita masalah kesehatan mental yang luas, termasuk kecenderungan pati padam diri, yang bisa memburuk bila berakhir di kondisi penjara yang tidak ramah di AS.

Baird mengatakan Assange jalan akan menghadapi kondisi penjara memutar berat yang bisa diberlakukan GANDAR, kondisi yang dikatakannya mengarah dalam serangkaian masalah kesehatan mental, termasuk kecemasan dan paranoia.

“Dari pengalaman saya, selama dekat tiga dekade bekerja di penjara federal, saya setuju bahwa isolasi jangka panjang bisa berdampak minus yang serius pada kesehatan moral narapidana, ” kata Baird.

Ia mengatakan Assange peluang akan ditahan berdasarkan administratif khusus, atau SAM, jika diekstradisi ke AS, baik dalam penahanan pra-peradilanmaupun setelah hukuman, karena masalah kesejahteraan nasional dalam pemerintah AS.

Berdasarkan langkah-langkah ini, sebati kebijaksanaan Jaksa Agung AS dan telah digunakan pada terpidana teroris, narapidana menghabiskan hampir sepanjang hari terkurung di sel mereka tanpa kontak dengan narapidana lain serta hanya sedikit kontak dengan negeri luar. Ia mengatakan hanya ada sedikit, bahkan tidak ada fleksibilitas bagi sipir untuk melonggarkan pembatasan.

“Tidak ada keraguan, semuanya jelas” kata Baird. Mengingat kemungkinan persyaratan SAM, Baird mengutarakan “satu-satunya tempat” baginya adalah ditahan di penjara ADX Florence dalam Colorado “kecuali ada perubahan benar-benar dalam status medisnya. ” [my/lt]