Manusia besar Teknologi AS Palantir Berencana Menggelar IPOÂ

Manusia besar Teknologi AS Palantir Berencana Menggelar IPOÂ

Palantir Technologies, perusahaan rintisan di Silicon Valley, mengumumkan pada Senin (6/7) kalau pihaknya sudah mengajukan kepada regulator bursa AS, Securities and Exchange Commission, untuk melakukan penawaran ijmal saham perdana atau Initial Public Offering (IPO).

Rencana IPO itu membuat Palantir menjadi salah satu perusahaan yang diminati dan diantisipasi untuk perusahaan teknologi sejak IPO Uber pada 2019.

Dalam putaran penggalangan persediaan yang terakhir digelar pada 2015, Palantir bernilai $20 miliar. Kongsi itu adalah salah satu perusahaan teknologi swasta paling bernilai dalam AS. Kantor berita Reuters, Senin (6/7), melaporkan, menurut sumber pasar, saham Palantir telah diperdagangkan pada pasar privat dengan nilai antara $10 miliar dan $12 miliar.

Meskipun sukses, tak banyak yang diketahui mengenai kongsi yang berbasis di California tersebut, yang didirikan pada 2003 oleh bankir investasi Peter Thiel serta termasuk eksekutif saat ini Alex Karp.

Palantir meraih reputasi karena mengelola keamanan data dalam jumlah besar untuk pelanggan sektor swasta dan umum.

Pelanggan seperti tersebut sering mencakup bagian dari negeri AS dan perusahaan pertahanan preman. Lebih jauh, In-Q-Tel, cabang investasi Central Intelligence Agency, sebelumnya memberikan dana modal ventura.

Baru-baru ini, Palantir telah bekerja sama dengan berbagai negara, serta Departemen Kesehatan tubuh dan Layanan Kemanusiaan dan Pembela Pantai A. S., untuk mengkoordinasikan tanggapan virus corona.

Palantir sejauh ini menolak pekik untuk melantai di bursa sebab sifat kerahasian kontrak-kontraknya. Peraturan GANDAR mewajibkan perusahaan terbuka untuk mengindahkan standar transparansi tertentu – keterangan yang dianggap oleh perusahaan sebagai penghalang bagi model bisnis mereka. [my/pp]