Mantan Presiden Kolombia Minta Ampunan Atas Pembunuhan yang Dikerjakan Militer

mantan-presiden-kolombia-minta-ampunan-atas-pembunuhan-yang-dilakukan-militer-1

Dalam kesaksian publik pada komisi kebenaran Kolombia, Jumat (11 Juni), mantan Pemimpin Juan Manuel Santos, menodong pengampunan atas pembunuhan kepada ribuan orang yang dikerjakan militer di luar jalan hukum. Sebagian aksi tersebut dilakukan ketika ia menjabat sebagai menteri pertahanan.

Santos, yang pada tahun 2016 mengesahkan kesepakatan damai dan menghadap pada pembentukan komisi itu, bersaksi tentang apa dengan disebutnya skandal situasi yang tidak mencerminkan keadaan nyata. Saat itu tentara memutus warga sipil dan memasukkan mereka dalam daftar pejuang gerilya yang tewas di pertempuran untuk menerima tunjangan.

Pejabat berita Reuters melaporkan pengadilan transisi negara itu mengatakan sedikitnya 6. 402 karakter tewas dan secara keliru dinyatakan sebagai pemberontak antara tahun 2002 dan 2008, selama masa jabatan mantan Presiden Alvaro Uribe. Kira-kira kelompok korban menuduh angkanya bisa lebih tinggi.

Santos menjabat sebagai menteri pertahanan di bawah pemerintahan Uribe selama hampir tiga tahun antara 2006 dan 2009 & masih menjabat ketika pembunuhan itu terungkap.

“Bab tentang status yang tidak mencerminkan peristiwa sesungguhnya itu adalah salah satu momen paling menyakitkan yang saya alami dalam kesibukan publik saya dan adalah noda yang tak terhapuskan pada kehormatan militer, ” kata Santos seraya memasukkan bahwa ia menyesalkan para-para ibu yang kehilangan anak-anak karena praktik itu kala ia menjabat sebagai gajah.

Lagu untuk menunjukkan jumlah pembunuhan dalam jumlah besar, didukung oleh Uribe, yang kudu disalahkan dan ia mengutarakan militer harus meminta maaf.

“Ini seharusnya tidak pernah berlaku, ” kata Santos. “Saya menyadari itu dan meminta pengampunan dari semua ibu dan keluarga mereka, objek kengerian ini, dari hati saya. ”

Santos mengatakan kala pertama kali mendengar desas-desus tentang pembunuhan itu, ia tidak mempercayainya.

Setelah jelas bahwa desas-desus itu benar, Santos mengatakan ia mengeluarkan instruksi yang mengutamakan demobilisasi & melakukan penangkapan daripada pembunuhan, mengubah protokol untuk mengikhtiarkan kematian akibat pertempuran & memodifikasi kriteria pemberian bintang.

Buatan penyelidikan internal membuatnya terpana, kata Santos.

Puluhan pejabat militer yang melanggar semua ideologi yang berlaku dicopot dari jabatan mereka, katanya, dan perubahan protokol telah membuat penurunan tajam dalam pembunuhan yang dilakukan oleh tentara. [my/ah]