Majikan Hizbullah: Serang Yerusalem Berguna Perang Kawasan

pemimpin-hizbullah-serang-yerusalem-berarti-perang-kawasan-1

Kepala Hizbullah Lebanon Sayyed Hassan Nasrallah mengutarakan pada Selasa (25/5) bahwa setiap agresi terhadap Yerusalem atau situs sucinya bagi Muslim dan Kristiani mampu mengarah ke perang regional.

Komentar Nasrallah, dalam pidato yang disiarkan televisi, adalah yang mula-mula sejak gencatan senjata menutup perang paling sengit pada beberapa tahun antara Israel dan kelompok militan Hamas yang berbasis di Gaza.

Permusuhan Israel-Hamas dimulai pada 10 Mei antara lain karena penjaga Israel menggerebek kompleks langgar Al-Aqsa di Kota Tua dan bentrokan dengan awak Palestina dalam bulan Bulan berkat.

“Kalau tanah air suci, situs-situs suci untuk Muslim dan Kristiani bertemu ancaman serius dan jelas, semua gerakan perlawanan tak bisa diam dan menelantarkan situs suci dalam mengerikan, ” kata Nasrallah.

Kelompok Lebanon yang didukung Iran adalah penentang keras Israel dan khotbah Nasrallah menandai peringatan penarikan Israel dari Lebanon daksina pada tahun 2000. Nasrallah juga mengatakan bahwa perkelahian itu menunjukkan Hamas sudah meningkatkan kemampuan roketnya. Itu, menurutnya pencapaian militer dengan besar.

Pada luar itu, Nasrallah mengatakan, satu-satunya jalan keluar sejak krisis keuangan Lebanon ialah pembentukan kabinet yang setimpal. Perdana Menteri yang ditunjuk, Saad al-Hariri, berselisih selama berbulan-bulan dengan Presiden Michel Aoun, sekutu kuat Syiah Muslim Hizbullah, mengenai situasi kabinet.

Dia menambahkan hanya ada besar cara menyelesaikan kebuntuan: ke-2 pemimpin bertemu dan menetapkan pemerintahan, atau melakukannya dengan bantuan ketua parlemen kawakan, Nabih Berri.

Berri, juga pemimpin Putaran Syiah Amal, berulang kali mengatakan bahwa pembentukan tadbir adalah satu-satunya cara menyelamatkan Lebanon dari keruntuhan finansial. [ka/jm]