Mahkamah Agung AS Menangkan Olahragawan Pelajar dalam Kasus Imbalan

mahkamah-agung-as-menangkan-atlet-pelajar-dalam-kasus-kompensasi-2

Mahkamah Agung dengan suara bulat baru-baru ini menetapkan Asosiasi Atlet Perguruan Agung Nasional atau NCAA tidak bisa membatasi manfaat terkait pendidikan – seperti komputer dan magang berbayar berantakan bahwa perguruan tinggi bisa memberi penawaran pada bintang gerak mereka. Ini menjadi hasil bagi atlet yang mampu membuka jalan untuk pelonggaran lebih lanjut dalam laga yang telah berlangsung semasa beberapa dekade mengenai pembalasan atlet pelajar.

Perguruan tinggi yang merekrut atlet top sekarang bisa menawarkan manfaat puluhan seperseribu dolar yang juga mencakup program studi di luar negeri dan beasiswa pascasarjana. Namun, kasus ini tak memutuskan apakah mahasiswa bisa dengan mudah mendapat penghasilan untuk manfaat atas jalan mereka, yang untuk penuh universitas bisa mencapai puluhan juta.

MA secara khusus mengucapkan NCAA, membatasi manfaat terpaut pendidikan yang bisa ditawarkan perguruan tinggi kepada atlet yang bermain bola keranjang dan sepak bola Bagian I melanggar undang-undang antimonopoli.


Logo NCAA terlihat di sebuah lapangan dalam Pittsburgh. (Foto: AP/Keith Srakocic)

“NCAA telah jalan dengan cara yang serupa boleh sudah berapa tahun, 50 hingga 70 tahun, tetapi lanskap, terutama lanskap keuangan sudah banyak berubah. Oleh sebab itu melihat kami menuju bagian yang benar, itu sudah tepat. Sedikit menyesuaikan lapangan bermain jika menyangkut barang apa yang pantas bagi para-para atlet, ” kata Martin Jenkins, salah seorang penggugat dalam kasus itu.

Keputusan ini istimewa dalam jangka pendek untuk mahasiswa yang mungkin memperhitungkan perguruan tinggi bersaing buat mendapatkan bakat dengan mempermanis tawaran mereka dengan bervariasi manfaat terkait pendidikan. Ini juga penting dalam jangka panjang karena menetapkan kondisi untuk tantangan masa ajaran terkait aturan NCAA yang membatasi kompensasi atlet.

“Hanya tersedia kegembiraan sepenuhnya. Ini merupakan perjalanan panjang, tujuh tahun, tepatnya, memiliki tim utama di belakang saya, tim terbaik di balik barang apa yang kita semua coba capai. Saya hanya gembira melangkah ke arah dengan benar, ” ujar Martin Jenkins salah seorang atlit tim Clemson.

Jenkins mengatakan bahwa beberapa besar atlet tidak menjadi pemain profesional dan manfaat tambahan terkait pendidikan bisa membantu mereka melanjutkan pendidikan.

“Tantangan keuangan berat terutama yang dialami beberapa mantan pasar se tim saya, sepak bola adalah satu-satunya ideal mereka dan itulah satu-satunya jalan keluar dari status keuangan keluarga mereka, ” katanya.

“Sayangnya, ketika mereka tidak didukung dengan baik oleh madrasah tinggi, mereka tidak mampu menelepon ke rumah dan mencari uang makanan tambahan. Tidak bisa menelepon ke rumah dan mendapatkan bunga uang bensin, makanan untuk menyehatkan tubuh mereka yang mereka pertaruhkan setiap minggu untuk universitas-universitas ini, ” lanjut Jenkins.


Presiden Barack Obama berbicara kepada olahragawan mahasiswa kejuaraan NCAA di Halaman Selatan Gedung Putih pada hari Senin, 13 September 2010, di Washington. (Foto: AP/Evan Vucci)

Dallas Hobbs, yang bermain untuk Washington State University, mengatakan menyambut baik kesimpulan itu sebagai langkah bagi para atlet yang keputusannya mendapatkan lebih banyak sokongan mengenai bagaimana mereka men uang.

“Ini adalah sesuatu yang kita semua pantas dapat. Kami (para atlet) seluruh telah bekerja keras dalam gerak dan itu hanya untuk mendapatkan bagiannya. Ini telah dibagikan kepada semua orang kecuali para atlet. Saya hanya mempertanyakan, untuk nama, citra, rupa, setidaknya awak seratus persen layak mendapatkan kesehatan dan keselamatan yang seharusnya kami peroleh & mendapat keuntungan ekonomi lainnya, ” pungkasnya. [my/jm]