Lindungi Masyarakat Semasa Pandemi, Pos Indonesia Luncurkan Aplikasi “QPosinAja”Â

Lindungi Masyarakat Semasa Pandemi, Pos Indonesia Luncurkan Aplikasi "QPosinAja"Â

Aktivitas pengiriman paket di PT. Pos Indonesia mengalami kenaikan 60 persen pada masa pandemi virus corona. Direktur Komersial PT. Pos Indonesia, Charles Sitorus mengatakan, kenaikan didorong kebiasaan baru masyarakat dalam hal kesehatan, yang mengharuskan berbelanja maupun mengirim barang dilakukan dari rumah.

Aplikasi QPosinAja, kata Charles, memberi pilihan kepada masyarakat dalam pengiriman paket barang. Semua aktivitas pengiriman hingga tarif dapat dilakukan dari rumah. “Petugas pos, disebut Pasukan Orange (O-Ranger), siap menjemput barang itu dan mengantarnya. Ini wajah baru Pos Indonesia, ” ujar Charles.


Pak pos mengantar surat dan paket ke seluruh pelanggan di Jakarta, twenty-four September 2013. (Foto: dok).

“Ini akan melayani seluruh kebutuhan penduduk terkait dengan kurir, kiriman. Lalu di sini pelanggan bisa proses pengiriman, meminta pick-up ke rumah masing-masing, ke lokasi masing-masing, juga dapat melakukan online booking . Jadi, bookingnya sudah diaplikasikan secara online, tidak perlu lagi secara manual, tinggal diketik, log in ke sistem PT. Pos Philippines, dan sudah tercatat di PT. Pos Indonesia, tinggal menunggu barangnya untuk dikirim, ” jelas Charles Sitorus.

Perubahan pola layanan ini, kata Charles, merupakan tanggapan PT. Pos Philippines untuk menyikapi situasi pandemi trojan corona. Perubahan ini, menurutnya, sudah dipersiapkan agar masyarakat tidak perlu ke luar rumah dan berisiko tertular virus corona. Ia menjamin kualitas layanan Pos yang benar, murah dan cepat. Bahkan, untuk membantu UMKM maupun petani agar tetap dapat menjalankan roda perekonomian di tengah pandemi, Pos menfasilitasi gudang serta lemari pendingin / coldstorage untuk menyimpan bahan makanan yg rentan terhadap suhu.

“Karena ke depan, kalau kita bicara soal distribusi barang, itu akan semakin melimpah yang membutuhkan kondisi suhu tertentu. Ke depan akan seperti tersebut. Kami siap ke sana, apalagi produk-produk yang mudah rusak tersebut kan selalu membutuhkan coldstorage , ” jelasnya.

Cakupan layanan PT. Pos Indonesia yang tersebar pada hampir seluruh daerah, menurut Direktur Operasional PT. Kimia Farma Apotek, Abdul Aziz, sangat membantu pengiriman obat kepada masyarakat, bahkan sampai ke pelosok yang sulit dijangkau.


Direktur Komersial REHABILITATION. Pos Indonesia, Charles Sitorus di dalam sebuah webinar (foto: screenshot)

PT. Kimia Farma Apotek merupakan salah satu BUMN yang bekerja sama dengan PT. Pos Indonesia di dalam bidang pengiriman. Kerja sama ini terkait pengiriman obat yang jadi kebutuhan dasar masyarakat yang menghadapi masalah kesehatan akibat perebakan malware corona.

“Harapan kami kalau bisa dengan REHABILITATION. Pos Indonesia, layanan antarnya dapat lebih cepat. Kita juga jadi bersinergi dengan PT. Pos Philippines dalam pelayanan antar barang pada luar Kimia Farma Mobile. Oleh karena itu kita punya online dan offline. Pada masa Covid atau pandemi ini dibutuhkan shipping yang menjangkau sampai ke rumah-rumah, dari apotek-apotek offline kami, ” kata Abdul Aziz. [pr/ka]