Ledakan di Luar Bandara Kabul, Sejumlah Warga Tewas

ledakan-di-luar-bandara-kabul-sejumlah-warga-tewas-2

Pentagon mengatakan ledakan hari Kamis (26/8) di Abbey Gate di Bandara Internasional Hamid Karzai, di Kabul, merupakan “hasil serangan rumit dengan mengakibatkan sejumlah warga Amerika dan warga sipil yang lain cedera. ”

Juru bicara Pentagon John Kirby mencuit di Twitter, “kami juga dapat mendaulat bahwa setidaknya ada satu ledakan lain di atau dekat Hotel Baron, tak jauh dari Abbey Gate. ”

Belum ada yang mengaku bertanggung berat atas ledakan itu.

Juru bicara Taliban Suhail Shaheen mengutuk ledakan itu dan mengatakan keterangan awal mengindikasikan sedikitnya 13 orang tewas dan 52 lainnya luka-luka. “Kami menyumpahi keras insiden keji tersebut dan akan mengambil di setiap langkah yang diperlukan untuk menyeret pelakunya ke membuang hukum, ” tegasnya.

Ribuan orang sudah berbondong-bondong datag ke bandara beberapa hari terakhir ini untuk berupaya meninggalkan Afghanistan setelah Taliban mengambilalih negeri itu pada 15 Agustus lalu.


Sukarelawan dan pekerja medis membawa seorang pria yang terluka untuk pembelaan setelah dua ledakan kuat di luar bandara pada Kabul, 26 Agustus 2021.

Sumber di Taliban mengkonfirmasi pada VOA bahwa seorang pembom bunuh muncul meledakkan diri di suatu area di luar bandara di mana terdapat sejumlah besar orang, termasuk perempuan.

Amerika Sudah Keluarkan Peringatan

Pemerintah Barat pada Kamis cepat (26/8) telah memperingatkan mengenai ancaman teror di bandara itu, dan mengatakan itu yang berkumpul agar bisa dievakuasi dari Afghanistan kudu pindah ke lokasi lain yang lebih aman.

“Mengigat ancaman ketenteraman di luar gerbang bandara Kabul, kami menyarankan warga Amerika untuk menghindari bepergian ke bandara dan beruang di gerbang bandara masa ini, kecuali jika Anda menerima instruksi dari agen pemerintah Amerika untuk melaksanakan hal itu, ” demikian petikan pernyataan Kedutaan Tinggi Amerika di Kabul dalam situsnya. “Warga Amerika dengan berada di Abbey Gate, Gerbang Timur atau Gerbang Utara sekarang harus kabur. ”

Beberapa korban cedera telah dilarikan ke RS Darurat pada Kabul yang dikelola oleh LSM internasional, dan selama ini merawat korban perang dan ranjau darat. Saluran-saluran berita Afghanistan mencuit foto-foto warga yang membawa target luka-luka dengan tandu. ​

Reaksi Negara-Negara Barat

Gajah Angkatan Bersenjata Inggris James Heappey mengatakan pada Radio BBC, “ada laporan yang sangat, sangat kredibel mengenai serangan yang akan segera terjadi. ”

Departemen Luar Negeri serta Perdagangan Australia juga mengucapkan “sedang terjadi ancaman serbuan teroris berskala tinggi. ”

Perdana Gajah Belgia Alexander De Croo mengatakan pemerintahnya mengakhiri berdiam evakuasi setelah mendengar sejak Amerika dan sumber-sumber lain tentang kemungkinan terjadinya serbuan.

Menteri Luar Kampung Anthony Blinken, Rabu (25/8) menegaskan bahwa Amerika melihat potensi ancaman dari koneksi kelompok ISIS di Afghanistan. “Sulit untuk melebih-lebihkan kerumitan dan bahaya upaya penyelamatan ini, ” ujar Blinken dalam konferensi pers dalam Departemen Luar Negeri.


Menlu AS Anthony Blinken dakam pengarahann untuk media terkait situasi di Afghanistan, dalam Washington D. C. (Foto: dok).

“Kami berfungsi di lingkungan yang tidak bersahabat, di kota & negara yang kini dikendalikan oleh Taliban, dengan jalan yang sangat nyata mau terjadinya serangan oleh ISIS-K. Kami mengambil setiap kegiatan pencegahan, tetapi ini sangat berisiko tinggi, ” imbuhnya.

GANDAR Janji Tetap Lanjutkan Penyelamatan

Amerika berjanji untuk tetap meneruskan upaya mengeluarkan warga Amerika, penduduk tetap Amerika, sekutu dan warga Afghanistan yang rentan lainnya, meskipun melewati batas waktu 31 Agustus, tenggat yang ditetapkan untuk seluruh pasukan Amerika buat keluar dari Afghanistan.

“Tidak ada tenggat waktu untuk mengeluarkan masyarakat Amerika dan warga Afghanistan yang ingin keluar setelah 31 Agustus, ” bahana Blinken.

Blinken menggarisbawahi “mereka tidak hendak dilupakan. ” Ditambahkannya, “seperti yang saya katakan, kami akan menggunakan setiap piranti ekonomi dan politik dengan kami miliki untuk menekan Taliban agar membiarkan orang-orang meninggalkan negara itu. ”

Gedung Putih hari Kamis mengatakan semenjak evakuasi dimulai 14 Agustus lalu, Amerika telah mengungsikan atau membantu mengevakuasi kira-kira 95. 700 orang secara pesawat-pesawat militer Amerika serta pasukan koalisi. [em/dw]