Konvensi Rakyat China Mulai Rapat, Presentasi di Hong Kong Meluas

Konvensi Rakyat China Mulai Rapat, Presentasi di Hong Kong Meluas

Polisi menggunakan semprotan merica untuk menghadapi para demonstran dalam Hong Kong, sementara Kongres Kaum China NPC memulai rapat 3 hari mereka.

Kerap NPC ini meningkatkan kemungkinan pemberlakuan sebuah RUU di Hong Kong yang telah memicu perdebatan serta kekhawatiran di wilayah semi-otonom itu.

Sebelumnya laporan jawatan berita resmi Xinhua tentang pertemuan itu tidak menyebut pembahasan soal RUU itu, tetapi hal itu masih dapat menjadi agenda atau ditambahkan dalam rapat itu.

Berdasarkan RUU itu, pemerintah pusat dapat mendirikan kantor ketenteraman nasional di Hong Kong, dengan akan mengumpulkan dan menganalisa, mengikuti menangani, kasus-kasus kriminal yang terpaut keamanan nasional.

Kepolisian dan pengadilan di Hong Kong tetap akan memiliki yurisdiksi akan kasus-kasus itu, tetapi RUU itu akan memungkinkan otorita China kacau tangan dalam “sebagian kecil kasus kriminal… berdasarkan pertimbangan tertentu, ” demikian menurut Xinhua.

Belum ada rincian lain mengenai pertimbangan apa yang dimaksud, sehingga memicu kekhawatiran bahwa pemerintah was-was sedang memperkuat cengkeramannya atas Hong Kong pasca demonstrasi anti-pemerintah selama beberapa bulan yang terjadi tahun lalu.

RUU itu mengatakan aturan keamanan yang segar akan diberlakukan jika aturan pada Hong Kong tidak konsisten secara RUU itu, tambah Xinhua. RUU ini akan mengharuskan pemerintah Hong Kong membuat komisi keamanan nasional yang diawasi pemerintah pusat. Beijing juga akan menunjuk penasehat keamanan nasional untuk Hong Kong.

RUU yang diusulkan tersebut telah menimbulkan keprihatinan dan menuai kritik masyarakat internasional. Kepala Mahkamah HAM Zeid Ra’ad Al Hussein Kamis lalu (26/6) bergabung dengan sekelompok mantan pakar HAM dalam Amerika, memperingatkan kemungkinan “tragedi kemanusiaan” terkait undang-undang keamanan di Hong Kong ini. [em/ii]