Kepolisian NY: Sakit Jiwa, Faktor Serangan Bermotif Kebencian kepada Warga Asia

kepolisian-ny-sakit-jiwa-faktor-serangan-bermotif-kebencian-terhadap-warga-asia-1

Kepala Satuan Tugas Untuk Mengatasi Kejahatan Bermotif Kebencian terhadap Warga Asia di Kepolisian New York Tommy Ng hari Jumat (2/4) mengatakan ‘riwayat kecil jiwa’ (pernah mengalami provokasi kejiwaan) merupakan faktor dengan umum di kalangan tersangka yang ditangkap dalam bermacam-macam serangan terhadap warga Asia di kota itu yang menarik perhatian banyak kalangan.

Inspektur Tommy Ng ditugaskan memimpin dasar tugas ini pekan cerai-berai pasca serangan terhadap seorang perempuan Asia berusia 65 tahun Senin lalu (29/3). Serangan itu terekam tustel keamanan – yang kemudian viral di media sosial – menunjukkan tersangka karakter memukul perempuan itu serta menginjak-injaknya.

Sebelumnya pekan lalu sebuah gempuran, yang juga terekam gambar, menunjukkan bagaimana seorang laki-laki muda Asia dipukul serta dicekik hingga tidak sadarkan diri di dalam andong api bawah tanah New York.

Pada wawancara dengan kantor informasi Associated Press, Ng mengatakan komunitas Amerika keturunan Asia cenderung tidak melaporkan kejahatan-kejahatan seperti ini. Ia mengatakan ia yakin dengan meningkatnya kesadaran tentang serangan-serangan itu akan memberanikan orang untuk melapor.

Ia juga mengatakan hambatan cara selalu menjadi persoalan masa melaporkan kejahatan. Itulah sebabnya timnya memiliki detektif yang dapat berbicara dalam beragam bahasa.

Serangan-serangan di New York itu merupakan bagian dari meningkatnya kejahatan bermotif kebencian kepada warga Asia di semesta Amerika, yang telah menimbulkan perhatian dan kecaman besar dari selebriti hingga Presiden Amerika Joe Biden. Pengembangan aksi kekerasan ini dikaitkan dengan pengkambinghitaman terhadap masyarakat Asia sebagai penyebab pandemi virus corona.

Kepolisian New York mengutarakan telah meningkatkan patroli pada pemukiman-pemukiman Asia, termasuk memakai petugas yang menyamar buat mencegah dan mengatasi serangan-serangan tersebut.

Tetapi Wakil Direktur Asian-American Federation Joo Han mengatakan pada Associated Press bahwa penuh orang dalam komunitas Asia yang tidak percaya di dalam aparat penegak hukum. Ia mempelopori upaya untuk melatih tim sukarelawan “duta keamanan” untuk menurunkan ketegangan rasial yang sedang terjadi.

Beberapa kantor informasi melaporkan hingga saat tersebut ada 35 kejahatan bermotif kebencian di New York di mana korbannya ialah warga Asia, dibandingkan 11 kejadian pada periode dengan sama tahun lalu. [em/pp]