Kemendagri Permudah Transgender Dapat Dokumen Kependudukan

kemendagri-permudah-transgender-dapat-dokumen-kependudukan-3

Sudah semenjak lama kelompok transgender ngerasa dibedakan ketika ingin mendapatkan layanan publik, termasuk sertifikat kependudukan seperti kartu kode penduduk (KTP) dan surat keluarga (KK), yang menjelma dasar untuk mengurus bervariasi dokumen lain dan menerima layanan publik.

Itulah sebabnya kelompok ini menyambut baik rencana pemerintah untuk mempermudah pengurusan dokumen kependudukan bagi itu.

Audi Manaf dari “Perkumpulan Suara Kita, ” yang merupakan pola yang memperjuangkan kesetaraan & keadilan bagi kelompok LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender) menyambut positif kebijakan pemerintah untuk menerbitkan KTP elektronik dan kartu rumpun bagi kaum transgender.


Sekelompok transpuan berunjuk rasa di Jakarta 20 November 2007 untuk memperingati Keadaan Peringatan Transgender Internasional ke-9 untuk memperingati kaum transgender dan orang-orang tersayang yang meninggal akibat kekerasan kebencian. (Foto: REUTERS/Dadang Tri

Ini penting, ujar Audi, karena banyak kaum transgender yang lari dari keluarga mereka ketika masih berumur belia atau berusia dalam bawah 18 tahun serta belum waktunya mendapat KTP. Ada juga kaum transgender yang kehilangan kartu identitasnya karena hidup mereka lazimnya berpindah-pindah.

“Selama ini kan negeri itu tidak pernah ingat. Jangankan sama transgender, pernah nggak sih negara mendata penduduk kita sudah mampu KTP semua nggak sih? Apalagi ketika dia transgender. Kan nggak pernah dicari, nggak pernah jemput bola, ” ujar Audy.

KTP elektronik dan kartu keluarga, tegas Audy, dapat membantu warga transgender memperoleh akses terhadap beragam layanan pemerintah, seperti kesehatan tubuh dan pendidikan.

Merujuk pada Undang-undang Nomor 24 Tahun 2013 mengenai Administrasi Kependudukan, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Biasa Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan seluruh warga negara Indonesia – termasuk kelompok transgender – harus memiliki KTP elektronik dan kartu keluarga. Namun, ia menegaskan tidak ada kolom jenis kelamin transgender yang akan disebutkan secara terang-terangan di dalam KTP elektronik.


Indah Cheryl lantaran Indonesia bersiap untuk presentasi final kontes kecantikan transpuan, Miss International Queen 2019, di Pattaya, Thailand, 8 Maret 2019. (Foto: Reuters)

Menurutnya, KTP elektronik dan kartu keluarga bagi kaum transgender sama kaya warga negara Indonesia yang lain.

“Jenis kelaminnya juga hanya ada dua, laki-laki atau perenmpuan. Tidak ada jenis kelamin lainnya, jenis kelamin yang ketiga, atau jenis kelamin transgender. Sesuai dengan Peraturan Adminduk (Administrasi Kependudukan), normatif bahwa di Indonesia cuma ada dua jenis kemaluan, laki-laki dan perempuan. Tak ada jenis kelamin dengan ketiga, ” kata Zudan.

Menurut Zudan, kalau dia laki-laki, pada dalam KTP elektronik dicatat sebagai laki-laki. Jika hawa juga dicatat sebagai perempuan. Dia mencontohkan tidak ada nama alias seperti Sujono alias Jenny. Jadi, jelas Zudan, dicatat sesuai jenis kelamin aslinya kecuali untuk mereka yang sudah ditetapkan oleh pengadilan telah mengganti jenis kelamin.


Sebesar transpuan di sebuah kafe di Jakarta, 8 Februari 2018. (Foto: Beawiharta/Reuters)

Dalam pertemuan secara virtual dengan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Departemen Dalam Negeri Zudan Pintar Fakrulloh, Audy mengatakan pemerintah akan mempermudah persyaratan bagi kaum transgender untuk memproses KTP elektronik dan surat keluarga, yakni nama sah, alamat rumah, nama abu, nama ibu.

Perekaman dan pencetakan KTP akan dilakukan di kantor Kementerian Dalam Negeri atau kantor Dinas Kependudukan & Pencatatan Sipil terdekat.

Sejauh ini, lanjut Audy, sudah tercatat 232 kaum transgender dengan terdata untuk dibuatkan KTP elektronik oleh Kementerian Di Negeri. Dia mengharapkan dalam enam bulan 50-60 obat jerih kaum transgender di Indonesia sudah bisa memperoleh KTP elektronik ini.

Lebih jauh Audy berniat media ikut membantu les masyarakat tentang kelompok transgender agar tidak ada teristimewa yang berpandangan negatif terhadap mereka. [fw/em]