Kelompok Republik Kecam Sikap Perusahaan AS Terkait UU Pengumpulan Suara

partai-republik-kecam-sikap-perusahaan-as-terkait-uu-pemungutan-suara-1

Undang-undang baru tentang pengumpulan suara yang sedang dipertimbangkan oleh badan legislatif negeri bagian di seluruh Amerika Serikat (AS) mengadu Partai Republik, yang secara tradisional ramah bisnis, dengan beberapa perusahaan besar di AS yang telah mengkritik legislasi yang diusulkan.

Partai Republik, yang mengucapkan bahwa langkah-langkah tersebut diperlukan untuk meningkatkan integritas pemilu, telah menyalahkan para CEO perusahaan karena melibatkan diri. Namun, para pemimpin usaha itu tampaknya tidak ingat.

Dalam kurang hari terakhir, lebih sejak 100 CEO dan arsitek senior lainnya dari perusahaan-perusahaan AS, termasuk nama-nama ikonik seperti Starbucks, Target, Levi Strauss, dan perusahaan penerbangan Delta, American, dan United, berkumpul secara virtual buat membahas langkah-langkah dukungan terbuka yang membuat warga Amerika dapat memilih dengan lebih mudah.

Aliran ini mengisyaratkan putusnya ikatan antara Partai Republik serta dunia bisnis yang beberapa besar mendukung kaum lapuk.

Perpecahan itu menimbulkan kemarahan para bagian Kongres dari faksi Republik.

Kepala Minoritas Senat Mitch McConnell, pejabat tertinggi partai hasil pemilihan, mengatakan, “saran hamba kepada para CEO perusahaan Amerika adalah hindari politik. ”

Dia menambahkan, “Korporasi hendak mengundang konsekuensi serius bila menjadi kendaraan bagi pengikut ekstrem sayap kiri untuk membajak negara kita sejak luar tatanan yang konstitusional. ” [lt/em]