Kejadian COVID-19 di India Melandai, WNI Memilih Bertahan

kasus-covid-19-di-india-menurun-wni-memilih-bertahan-2

India, salah satu negara dengan satu bulan terakhir itu sedang mengalami lonjakan kasus virus corona, pekan ini sudah bisa sedikit menjadikan napas.

Dipadankan pada awal Mei cerai-berai ketika kasus baru COVID-19 di India mencapai sekitar 410 ribu kasus per hari dan yang meninggal mencapai lebih dari 4. 500 orang per hari, saat ini perebakan pandemi mematikan itu menurun. Penutupan sebagian wilayah; pemberlakuan pembatasan sosial yang sangat ketat; dan upaya vaksinasi massal telah ikut membantu menurunkan perebakan pandemi mematikan ini.

“Meski ada penurunan, pemerintah India tetap menyarankan pada seluruh pemerintah negara bagian untuk melaksanakan pembatasan sosial hingga akhir Juni, ” kata Pelaksana Fungsi Pensosbud di KBRI New Delhi, Hanafi, kepada VOA melalu telepon pekan lalu.


Kerabat pasien COVID-19 yang meninggal di sebuah krematorium di Desa Giddenahalli di pinggiran Bengaluru, India, 13 Mei 2021. (Foto: Samuel Rajkumar/Reuters)

Dia menambahkan KBRI juga telah menyerukan kepada sekitar 818 warga Indonesia yang tersedia di India untuk mematuhi perintah itu.

Dalam data terbaru dengan dirilis Kementerian Luar Daerah Indonesia melalui akun Twitternya menunjukkan dari 137 WNI yang terinfeksi COVID-19, sebesar 124 orang telah segar; 10 orang berada dalam kondisi stabil; dan 3 lainnya meninggal dunia.

Dalam antara korban yang meninggal itu adalah Wakil Besar untuk India, Ferdy Nico Yohannes Piay. Pakar bicara Kementerian Luar Daerah Teuku Faizasyah membenarkan situasi ini lewat pesan sedikit pada VOA 26 Mei lalu.

Yang menarik, dalam kondisi memburuknya pandemi di India & hingga penurunan kasus seperti sekarang ini, tidak utama WNI pun ingin dipulangkan ke Tanah Air karena situasi yang tidak aman untuk kesehatan ini.

“WNI yang menghendaki kembali adalah mereka yang janji kerjanya akan segera amblas, atau akan liburan madrasah, atau karena memang telah jadwal mudik mereka. Belum ada WNI yang ingin pulang khusus karena kewaswasan dengan COVID-19, ” rata Hanafi.


Seorang pria berjalan di jalan yang digenangi banjir usai hujan deras di rumah sakit istimewa COVID-19 di Ghaziabad, tepian Ibu Kota India, New Delhi, 23 Mei 2021.

Ditambahkannya, pihak KBRI di New Delhi & KJRI di Mumbai langsung menjalin komunikasi dengan segenap WNI di India, baik melalui WhatsApp grup, Zoom atau pun WhatsApp mulai individu untuk memantau masa dan memberi imbauan.

Sebagian besar sebab 800an WNI yang cerai-berai di 18 negara bagian ini berprofesi sebagai pokok rumah tangga dan anak-anak mereka, serta mahasiswa dengan memang setahun terakhir tersebut mengikuti kuliah secara maya. Kalau pun ada yang dikenai pembatasan sosial atau bekerja/kuliah dari rumah, itu masih dapat membeli bahan makanan, obat-obatan atau keinginan lain yang diperlukan dengan daring.

“Meski belum membutuhkan bantuan, ana tetap memantau situasi itu, ” tambah Hanafi.

John Hopkins University mencatat hingga Minggu, 30 Mei, jumlah warga India yang tertular COVID-19 menyentuh 27. 894. 800, tercatat 325. 972 korban wafat dunia atau yang sempurna kedua di dunia sesudah Amerika. [em/ft]