Kamala Harris Cetak Sejarah Meski Hadapi Hambatan Rasial

Kamala Harris Cetak Sejarah Meski Hadapi Hambatan Rasial

Pengantara Presiden Amerika Serikat (AS) terbatas, Kamala, merintis jabatan dari seorang jaksa penuntut California, Jaksa Luhur California, Senator AS sampai lembaga tertinggi kedua di AS. Kamala akan menjadi perempuan berkulit hitam dan keturunan India-Jamaika pertama dengan menjadi wapres ketika dia dan Presiden terpilih Joe Biden dilantik pada 20 Januari.

Dalam konvensi Partai Demokrat, ia memperkenalkan diri sebagai keturunan imigran India dan Jamaika. Kamala selalu berjanji untuk berusaha menjadikan GANDAR lebih inklusif setelah berada dalam bawah pemerintahan Trump selama 4 tahun, yang katanya membuat bani ini terpecah-belah.

Kamala pernah mengatakan bahwa ia serta Biden sama-sama memiliki “visi keluarga kita sebagai bangsa yang penuh cinta — di mana semua diterima, tak peduli penampilan, asalnya, atau siapa yang kita cintai. ”

Pasangan Biden-Kamala mantap terbentuk, meskipun keduanya pernah berbeda pendapat dalam sejumlah rumor, semasa musim pemilihan pendahuluan Golongan Demokrat.

Ketika menerima nominasi partai sebagai wapres setelah mengakhiri pencalonannya sebagai kepala, Kamala meminta rakyat AS untuk bergandengan tangan dan bersama-sama melawan rasisme dan xenofobia.

“Tidak ada vaksin untuk rasisme. Kita harus berusaha, ” katanya.

Namun, kampanye pilpres yang dilewatinya cukup keras untuk seorang perempuan minoritas yang mencari jalan mengukir sejarah politik. Presiden Donald Trump pernah menyebut Kamala jadi seorang “monster” dalam wawancara pada awal Oktober, sehari setelah Kamala dan Wakil Presiden Mike Pence duel dalam debat yang disiarkan secara nasional.

Kamala menolak menanggapinya dan hanya menyebut komentar presiden “kekanak-kanakan. ” Namun, hal itu menekankan hambatan rasial dan gender yang harus dilewatinya selama karier politiknya, menurut sekutu-sekutunya dan kelompok-kelompok hak-hak minoritas. Biden merespons, menyebut komentar Trump “tercela” dan “sangat merendahkan kepresidenan. ” Sejak akhir musim panas, Kamala menghabiskan waktu keliling AS untuk berkampanye untuk Biden.

Keputusan Biden untuk menarik Kamala sebagai wapres merupakan sikap bersejarah. Kamala merupakan perempuan keempat yang dinominasikan oleh sebuah partai nasional besar.

Ia juga merupakan perempuan berkulit hitam pertama dan keturunan Asia pertama. Ketiga perempuan yang pernah menyimpan nominasi politik nasional sebelumnya merupakan dua kandidat wapres dan pengikut presiden partai Demokrat, Hillary Clinton, pada 2016. Ketiganya kalah. Kamala kini akan menjadi pejabat rani dengan jabatan tertinggi dalam 244 tahun sejarah AS. [vm/ft]