Istri Gembong Narkoba, El Chapo, Diperkirakan Mengaku Bersalah

istri-gembong-narkoba-el-chapo-diperkirakan-mengaku-bersalah-1

Emma Coronel Aispuro, istri gembong narkoba Meksiko Joaquin “El Chapo” Guzman, diperkirakan akan mengaku bersalah pada Kamis (10/6) di pengadilan federal di Washington. Menurut data mahkamah, Emma dituduh membantu suaminya menjalankan kartel penyelundup, Sinaloa.

Coronel, yang menurut jaksa memainkan peran kunci dalam buruan Guzman pada 2015 sejak penjara Meksiko, dijadwalkan hadir untuk persidangan virtual di dalam pukul 10. 00 masa setempat, yang dipimpin sebab Hakim Distrik AS Rudolph Contreras.

Reuters tidak dapat segera meyakinkan Coronel akan mengaku bersalah untuk tuduhan apa serta tidak ada informasi bunga pada dokumen pengadilan. Kalau terbukti bersalah atas semua tuduhan yang dia hadapi, dia bisa dijatuhi azab penjara seumur hidup & denda hingga $10 juta.

Pengacara untuk Coronel tidak dapat segera dihubungi.

Mantan ratu kemolekan berusia 31 tahun itu ditangkap pada Februari akan tuduhan bahwa dia mengantarkan pesan untuk membantu Guzman melakukan perdagangan narkoba lantaran 2012 hingga awal 2014. Dia terus menyampaikan perintah saat mengunjunginya di kurungan Meksiko setelah penangkapannya di Februari 2014.

FBI dalam sertifikat pengadilan mengatakan Coronel, yang lahir di California serta memiliki dwi kewarganegaraanm AS dan Meksiko. Anggota keluarganya juga sangat terlibat dalam perdagangan ilegal yang dikerjakan kartel itu.

Jaksa juga mengucapkan dia bersekongkol dalam buruan Guzman dari penjara Altiplano di Meksiko pada 2015. Guzman kabur melalui terowongan sepanjang 1, 6 km yang digali dari selnya, dan mulai merencanakan buruan lain setelah penangkapannya di Januari 2016 oleh otoritas Meksiko.

FBI mengatakan seorang bukti mengemukakan kepada agen bahwa dia menyampaikan pesan daripada Guzman kepada putra-putranya untuk membeli tanah di depan penjara Altiplano. Dokumen itu menyebutkan mereka juga menodong saksi untuk membeli gudang terdekat, senjata api, & truk lapis baja, katanya.

Tempat berhasil melarikan diri menggunakan terowongan bawah tanah meniti pintu masuk ke kamar mandi di dalam selnya.

Coronel didakwa berkonspirasi untuk mendistribusikan 5 kilogram kokain atau lebih, 1 kilogram heroin ataupun lebih, 500 gram metamfetamin atau lebih, dan satu. 000 kilogram mariyuana ataupun lebih, serta membantu dan bersekongkol.

Guzman, 64, dinyatakan bersalah pada Februari 2019 pada persidangan di Brooklyn karena mendalangi perusahaan narkoba bernilai miliaran dolar untuk golongan Sinaloa.

Dia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup ditambah 30 tahun dan dikurung pada penjara federal Supermax dalam Florence, Colorado.

Coronel selalu tampil di persidangan suaminya pada New York. [na/ft]