Iran Bangun Fasilitas Nuklir Bawah Negeri di Tengah Ketegangan dengan AS

Iran Bangun Fasilitas Nuklir Bawah Negeri di Tengah Ketegangan dengan AS

Iran telah menyelenggarakan membangun fasilitas nuklir bawah tanahnya di Fordo di tengah ketegangan negara tersebut dengan AS terpaut program atomnya. Pembangunan ini tampak dari foto satelit yang diperoleh Associated Press, Jumat (18/12).

Iran belum secara terbuka mengakui adanya pembangunan wahana terbaru tersebut. Iran telah mendirikan fasilitas nuklir Natanz setelah terjadinya ledakan misterius pada bulan Juli, yang digambarkan Teheran sebagai pukulan sabotase.

“Setiap perubahan di lokasi ini hendak diawasi dengan cermat untuk melihat ke mana arah program nuklir Iran, ” kata Jeffrey Lewis, seorang pakar di Middlebury Institute of International Studies yang mendalami Iran.

Pembangunan di Fordo dimulai pada simpulan September. Gambar satelit yang diperoleh dari Maxar Technologies oleh AP menunjukkan konstruksi berlangsung di sudut barat laut situs tersebut, dekat kota suci Syiah Qom kira-kira 90 kilometer barat daya Teheran.

Foto satelit tertanggal 11 Desember menunjukkan gambar yang mirip seperti fondasi yang digali untuk sebuah bangunan secara lusinan pilar. Pilar semacam itu dapat digunakan untuk menopang gedung di zona gempa.

Lokasi pembangunan terletak pada barat laut fasilitas bawah desa Fordo, dibangun jauh di dalam gunung untuk melindunginya dari daya serangan udara. Situs ini berharta di dekat bangunan pendukung serta penelitian dan pengembangan lainnya pada Fordo.

Di antara gedung-gedung itu terdapat Induk Teknologi Vakum Nasional Iran. Teknologi vakum adalah komponen penting sebab sentrifugal gas uranium Iran, yang memperkaya uranium.

Trump pada 2018 secara sepihak menarik AS dari kesepakatan nuklir Iran, di mana Teheran sudah setuju untuk membatasi pengayaan uraniumnya dengan imbalan pencabutan sanksi ekonomi.

Ketika GANDAR menaikkan sanksi, Iran secara bertahap dan secara terbuka mengabaikan pemisah kesepakatan karena serangkaian insiden dengan meningkat telah mendorong kedua negara ke ambang perang pada mula tahun ini. Ketegangan antara Iran dan AS masih tetap agung hingga saat ini.

Di bawah kesepakatan nuklir 2015, Iran setuju untuk menahan pengayaan uranium di Fordo dan malah menjadikannya “pusat nuklir, fisika, dan teknologi. ” [ah/au]