Indonesia Sudah  Keluar Dari Tipu Resesi Ekonomi

indonesia-sudah-a-keluar-dari-jebakan-resesi-ekonomi-5

Indonesia akhirnya bisa keluar dari kondisi resesi ekonomi. Kepala Badan Pusat Statisitik (BPS) Margo Yuwono mengungkapkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal-II 2021 mencapai 7, 07 persen jika dibandingkan dengan periode yang cocok pada tahun lalu ataupun year on year (yoy).

Ia membaca perekonomian Indonesia pada kuartal-II 2021 ini, yang diukur berdasarkan besaran Produk Pribumi Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku (ADHB), bernilai sebesar Rp4. 175, 8 triliun, sementara bila dipandang dari atas dasar makna konstan (ADHK) tercatat Rp2. 772, 8 triliun


Grafik Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan II-2021 (Facebook/bpsstatistics)

“Secara Q to Q artinya secara triwulan-II tahun 2021 kalau kita bandingkan terhadap triwulan-I 2021 perekonomian Indonesia tumbuh 3, 31 persen. Sedangkan kalau kita bandingkan pada triwulan-II 2020 atau secara yoy perekonomian Indonesia tumbuh 7, 07 persen. Kalau secara tertimbun artinya dari Januari-Juni 2021 terhadap Januari-Juni tahun 2020 perekonomian Indonesia tumbuh 3, 10 persen, ” membuka Margo dalam telekonferensi pers, di Jakarta, Kamis (5/8).

Membaiknya perekonomian ini, katanya, didorong kira-kira faktor, di antaranya perekonomian global yang mulai meyakinkan. Hal ini terlihat sebab peningkatan purchasing managers index (PMI) dan kenaikan harga komoditas makanan dan nilai komoditas hasil tambang di pasar internasional,

Margo mengatakan sentimen membangun ini juga datang dari beberapa negara mitra dagang utama Indonesia yang perekonomiannya juga membaik, seperti Tiongkok, Amerika Serikat, Singapura, Korea Selatan, Vietnam, Hong Kong dan Uni Eropa.

Seiring dengan membaiknya perekonomian mitra dagang Indonesia, ekspor Indonesia pada kuartal-II 2021 meningkat sebesar 55, 89 persen dibandingkan secara kuartal-I 2020. Sedangkan semasa dibandingkan dengan kuartal-I 2021 ekspornya tumbuh 10, 46 persen. Yang menyumbang memutar tinggi dalam peningkatan ekspor adalah sektor minyak serta gas (migas) yang muncul 86, 12 persen yoy, diikuti dengan sektor pertanian, dan sektor tambang.


Besar BPS Margo Yuwono pada telekonferensi pers di Jakarta, Kamis (5: 8) mengucapkan PE Indonesia pada Triwulan-II 2021 mencapai 7, 07 persen secara yoy (VOA).

Impor pada kuartal-II 2021 juga lahir 50, 21 persen dipadankan dengan periode yang serupa a tahun lalu. P penambahan impor terjadi pada sektor bahan baku dan penolong yang tumbuh 57, 80 persen.

“Artinya bahwa dengan permintaan pribumi untuk bahan baku yang tinggi itu menunjukkan bahwa ekonomi domestik pada triwulan-II ini juga mengalami perbaikan. Ada aktivitas yang mulia karena impor bahan pokok atau penolong itu melonjak cukup tajam. Impor untuk barang modal juga terangkat 29, 11 persen, memasukkan untuk barang konsumsi tumbuh 31, 50 persen yang menandakan bahwa konsumsi dibanding masyarakat akan kebutuhan barang impor juga mengalami penambahan, ” tuturnya.

Mendag: Konsumsi Klub Meningkat

Dalam kesempatan yang lain, Gajah Perdagangan Muhammad Lutfi melahirkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal-II ini ditopang oleh kaum koefisien yang penting, yakni konsumsi rumah tangga dengan tumbuh 5, 93 obat jerih, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) investasi yang menyusun 7, 54 persen, pertumbuhan ekspor sebesar 31, 78 persen, pertumbuhan impor sebesar 31, 22 persen dan pertumbuhan konsumsi pemerintah sejumlah 8, 06 persen.


Gajah Perdagangan Muhammad Lutfi mengutarakan kinerja ekspor dan impor Indonesia membaik seiring dengan keluarnya Indonesia dari resesi (VOA)

Pertumbuhan ekonomi ini, katanya, juga ditopang oleh sektor transportasi & pergudangan yang tumbuh 25 persen.

“Artinya logistik yang tinggi sekali dibandingkan pada periode yang serupa tahun 2020. Sektor kemudahan makanan dan minuman selalu tumbuh 21, 58 persen, sektor perdagangan termasuk retail tumbuh 9, 44 upah dan sektor industri pengolahan tumbuh 6, 58 upah, ” ungkap Lutfi.

Selain itu, ruang kepercayaan konsumen (IKK) juga meningkat, di mana pada periode Januari-Februari 2021, IKK sempat berada pada lapisan 88 poin, namun dalam kurun waktu Mei-Juni 2021 mencapai 104, 4 poin. Ini artinya, kata Lutfi, kepercayaan konsumen sudah lahir sangat baik dan menguat.

Ekonom Usulkan Insentif Buat Percepat Vaksinasi

Ekonom Senior Chatib Basri mengungkapkan keluarnya Indonesia dari kondisi resesi ekonomi memang menandakan bahwa ada perbaikan dalam kondisi perekonomian di Tanah Air dengan dimulai pada triwulan-II 2021 ini.

“Pertumbuhan yang tinggi ini berlaku karena datanya year in year (yoy), dimana kita membandingkannya dengan Q-II 2020 yang pada waktu tersebut kontraksinya minus 5, 3 persen. Jadi ini ialah kombinasi dari perbandingan kepada tahun lalu yang low based, ditambah pertumbuhan dengan terjadi di dalam triwulan-II, dan pertumbuhan di triwulan-II ini konsisten terlihat dibanding leading indicators termasuk PMI yang naik secara signifikan yang menunjukkan produksinya jalan, ” ungkap Chatib.


Ekonom Senior Chatib Basri mengatakan pemerintah perlu memberikan motivasi kepada warga yang bakal divaksin COVID-19 agar perekonomian dan pengendalian pandemi bisa berjalan beriringan (Foto: VOA).

Mantan Menteri Keuangan ini menjelaskan sejumlah parameter tersebut antara lain pertumbuhan penjualan mobil yang naik hingga 758, 68 persen, dan penjualan motor dengan melonjak 268, 64 tip. Hal ini katanya dipengaruhi juga oleh pemberian insentif PPnBM oleh pemerintah.

Selain tersebut, ia menilai bahwa perbaikan ekonomi ini sebagai dampak dari mobilitas masyarakat dengan kembali bergerak usai adanya pelonggaran dalam kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Apa lesson learn ? Satu hal yang penting adalah mengenai mobilitas. Itu kelihatan sekali ketika pergeseran dibuka dari periode April-Juni ekonominya bergerak. Persoalannya merupakan kita selalu ada dalam dilema, karena pergeseran kalau dibuka terlalu jauh juga memiliki risiko cases yang naik. Sehingga pandeminya menjadi muncul yang seolah-olah kita hadapi sekarang. Lalu harus diketatkan lagi, ” jelasnya.

Chatib mengatakan, untuk memastikan jentera perekonomian berjalan aman, pemerintah perlu mempercepat program vaksinasi COVID-19 dengan memberikan motivasi kepada masyarakat yang mengizinkan divaksin. Pemerintah, katanya, mampu mengalihkan dana bantuan baik (bansos) untuk kebutuhan mas insentif itu.


Warga menyambut bantuan tunai langsung (BLT) sebesar Rp 600 seperseribu di tengah wabah virus corona, di Medan, Sumatra Utara, 18 Mei 2020. (Foto: AFP)

“Pemerintah kan punya bansos yang namanya BLT, kenapa sebagian dari BLT itu dibuat sebagai conditional cash tranfser yang disebut sebagai cash for vaccine . Jadi kalau orang mau dapat cash , dia harus divaksin, dengan begitu maka prosesnya akan menjadi lebih cepat. Tentu ketika beta mengusulkan ini saya meraba bahwa suplai vaksinnya bisa kita penuhi. Jadi kalau supai vaksinnya bisa kita penuhi maka ada motivasi untuk orang yang mengabulkan vaksinasi. Karena saya membenarkan kalau herd immunity -nya terjadi, maka kita bisa mengulangi apa yang kita bersahaja di triwulan-II, ” jelasnya.

Hal sewarna, katanya, juga terjadi pada berbagai negara, seperti Amerika Serikat. Ia juga mengingatkan pemerintah untuk selalu betul-betul menangani pandemi dari zona kesehatan sehingga perbaikan sebab sisi ekonomi bisa berlaku beriringan. [gi/ab]