GP Ansor Undang Menlu AS ke Dialog Agama & Peradaban

GP Ansor Undang Menlu AS ke Dialog Agama & Peradaban

Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo siap melawat ke Indonesia, sebagai bagian dibanding lawatan ke empat negara Asia, mulai 25 Oktober mendatang. Selain mengadakan pertemuan dengan mitranya Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Pompeo dijadwalkan menghadiri dialog bersama Gerakan Pemuda Ansor.

Diwawancarai VOA Jumat malam (23/10), Ketua Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengkonfirmasi hal itu. “Tujuan kami mengundang Menlu AS di antaranya untuk menegaskan komitmen kami mengelola martabat manusia dan untuk mengiakan Laporan Komisi “Unalienable Rights” jadi kontribusi berharga untuk memperkuat tatanan internasional berbasis aturan di kurun ke-21, yang didirikan di untuk nilai-nilai peradaban bersama, ” ujarnya.

Laporan “Unalienable Rights” Jadi Konsensus Kebijakan Asing Negeri Berperspektif HAM

Laporan “Unalienable Rights” yang dimaksud adalah laporan yang dirilis pada 26 Agustus lalu sebab Commission on Unalienable Rights ataupun Komisi Hak-Hak Yang Tidak Mampu Dicabut, yang dibentuk oleh Departemen Luar Negeri Amerika pada 8 Juli 2019.

Komisi yang terdiri dari akademisi, filsuf dan aktivis ini bekerja memberikan nasehat kepada pemerintah Ameriak tentang hak-hak asasi manusia dengan didasarkan pada prinsip dasar keturunan dan prinsip Deklarasi Universal Sah Asasi Manusia tahun 1948. Informasi yang dikeluarkan komisi ini berisi konsensus bersama agar setiap kebijaksanaan luar negeri menghormati hak pokok manusia, terutama mengingat luasnya kesepakatan agama, etnis dan budaya di dunia.

Keberagaman, Pancasila & Islam Moderat

Merujuk pada masukan itu, Yaqut Cholil Qoumas mengutarakan ia berharap forum dialog secara Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo “akan menjadi bentuk kebolehan lain untuk mempromosikan keberagaman, Pancasila dan Islam yang rahmatan lil’alamin, atau Islam yang moderat, sebagai aset bangsa Indonesia. ” Ia menggarisbawahi “Gerakan Pemuda Ansor memiliki keyakinan, Pancasila bisa menjadi petunjuk dunia untuk tata kehidupan & peradaban yang lebih baik. ”

Untuk itu di dalam dialog bersama Pompeo pada 29 Oktober nanti, Gerakan Pemuda Ansor akan mengundang tokoh-tokoh lintas agama, antara lain Ketua Pengurus Besar Nadhlatul Ulama PBNU KH. Said Agil Siraj, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti dan Pokok Ignatius Suharyo.


Para-para pengurus Pimpinan Pusat GP Ansor (foto: courtesy).

Selain ke Indonesia, dalam lawatannya antara tanggal 25-30 Oktober ini, Pompeo juga hendak berkunjung ke India, Sri Lanka dan Maladewa.

Pompeo akan memulai lawatannya ke India, kemudian dilanjutkan ke Sri Lanka, Maladewa, dan terakhir ke Nusantara. [em/pp]