Gedung Putih Pertimbangkan Wajib Vaksin untuk Pegawai FederalÂ

gedung-putih-pertimbangkan-wajib-vaksin-untuk-pegawai-federala-1

Gedung Putih sedang mempertimbangkan secara kuat untuk mewajibkan para-para pegawai federal agar membuktikan bukti bahwa mereka telah mendapat vaksinasi COVID-19 ataupun kalau tidak, mengikuti ulangan reguler dan mengenakan masker, suatu potensi perubahan tinggi dalam kebijakan yang mencerminkan kekhawatiran mengenai penyebaran varian Delta virus corona yang lebih mudah menular.

Kemungkinan kegiatan vaksinasi bagi pegawai federal, terlepas dari tingkat penularan di daerah mereka, adalah salah satu opsi dengan sedang dipertimbangkan oleh tadbir presiden Joe Biden, kata satu orang yang pelajaran rencana itu dan berbahasa dengan syarat anonim melanda pembahasan yang belum diumumkan kepada publik itu. Gedung Putih diperkirakan akan mencanangkan keputusan akhirnya setelah menuntaskan peninjauan kebijakan pada minggu ini.

Menurut analisis yang dikerjakan Kantor Manajemen dan Anggaran federal, pada tahun 2020 terhadap lebih dari 4, 2 juta pegawai federal di seluruh Amerika, termasuk yang bekerja di tentara.


Presiden Joe Biden mengunjungi pusat vaksin COVID-19 di Walter Reed National Military Medical Center, Jumat, 29 Januari 2021, pada Bethesda, Md. (AP Photo/Alex Brandon)

Biden hari Selasa (27/7) menyatakan bahwa meluaskan kewajiban itu pada seluruh pegawai federal “sedang dipertimbangkan, ” tetapi ia tidak memberikan rincian bertambah jauh. Departemen Urusan Veteran hari Senin menjadi badan federal pertama yang memandang vaksinasi bagi seluruh aparat kesehatannya.

Kewajiban yang lebih luas yang sedang dipertimbangkan itu akan menjadi pergeseran paling signifikan oleh tadbir Biden pekan ini, tatkala Gedung Putih menghadapi lonjakan kasus dan rawat inap terkait virus corona pada seluruh penjuru Amerika, dengan digerakkan oleh varian Delta dan infeksi terobosan di kalangan warga Amerika yang telah divaksinasi.

Hari Selasa, Induk Pengendalian dan Pencegahan Keburukan AS (CDC) membalikkan pedoman mengenai penggunaan masker serta menyatakan semua orang Amerika yang tinggal di daerah-daerah dengan tingkat penularan virus corona yang tinggi ataupun besar harus mengenakan masker dalam ruangan, terlepas dibanding status vaksinasi mereka. & dengan itu pula, kedok kembali dikenakan di Gedung Putih.

Di Selasa sore (27/7), semasa data terbaru CDC mendapati bahwa Washington DC bertemu tingkat penularan yang tumbuh, staf Gedung Putih diminta untuk mengenakan masker pada dalam ruangan mulai Rabu (28/7). Para awak pers juga diminta mengikuti kiprah tersebut, dan staf serta reporter yang masih berada di Gedung Putih mengenakan masker mereka.

Seorang ajudan Wakil Pemimpin Kamala Harris membagi-bagikan masker kepada reporter yang meliput kegiatannya pada hari tersebut, dan meminta mereka buat mengenakan masker sebelum mengikuti pertemuan Harris dengan pimpinan warga pribumi Amerika melanggar hak pilih.

Masker juga akan wajib dikenakan lagi di gedung DPR AS. Di Kongres, dengan jumlah anggota yang jauh lebih sedikit, kedok direkomendasikan tetapi tidak diwajibkan di majelis itu & di tempat-tempat dalam ruang lainnya. [uh/ab]