GANDAR Umumkan Sanksi Baru terhadap Suriah

GANDAR Umumkan Sanksi Baru terhadap Suriah

Menteri Luar Daerah Mike Pompeo, Rabu (17/6) mengumumkan sanksi terbaru AS terhadap Suriah, memperketat tekanan pada Presiden Bashar al-Assad dan pemerintahannya, di sedang kekhawatiran atas penderitaan yang dialami penduduk negara yang dilanda konflik itu.

Sanksi tersebut menarget keluarga Assad, pejabat negeri Suriah, dan pihak ketiga yang memberikan bantuan kepada pemerintahan Assad.

Sebuah pernyataan Gedung Putih terkait sanksi Departemen Keuangan dan Departemen Luar Negeri membuktikan, “Sejak 2011 konflik Suriah dimulai, rezim Assad telah melakukan kebiadaban tak terhitung jumlahnya terhadap Suriah, termasuk penahanan sewenang-wenang, penyiksaan, kebengisan seksual, dan pembunuhan. Tindakan rendah ini menghancurkan warga, infrastruktur, serta ekonomi negara itu, menggusur bertambah dari setengah populasi Suriah. ”

Sementara AS serta Uni Eropa telah memberlakukan sebanyak sanksi terhadap Suriah, yang berfokus pada orang-orang atau negara yang memberi bantuan keuangan, materi, dan lainnya kepada pemerintah Suriah, termasuk Iran dan Rusia. Sejumlah kongsi asing juga akan dijadikan bahan jika terbukti mendukung represi tersebut.

Selain itu, istri Assad, Asma al-Assad, juga hendak dikenai sanksi untuk pertama kalinya.

Undang-undang itu diberi nama dari seseorang yang lumrah sebagai “Caesar, ” anggota tentara Suriah, yang membelot pada tarikh 2014 dan memberikan 53. 275 foto yang diduga menunjukkan kejahatan atas kemanusiaan yang terjadi pada wilayah Suriah. Perang saudara selama 10 tahun itu dimulai secara protes jalanan terhadap pemerintah Assad, yang melakukan penumpasan secara brutal dan menewaskan lebih dari 370. 000 orang serta jutaan lainnya terlantar.

“Sudah waktunya aksi kebrutalan yang tidak perlu dari Assad itu berakhir. Era ini, rezim Assad dan pendukungnya punya pilihan sederhana: mengambil langkah-langkah menuju solusi politik yang tetap bagi konflik Suriah sejalan dengan resolusi PBB, UNSCR 2254 ataupun hadapi tahapan baru sanksi-sanksi yang dapat melumpuhkan semuanya, ” tulis Pompeo.

Sementara tersebut, paman Presiden Suriah Bashar al-Assad dinyatakan bersalah dan dijatuhi balasan empat tahun penjara, Rabu (17/6) oleh pengadilan Prancis karenamenggunakan sokongan pemerintah Suriah untuk membeli kekayaan di Prancis dan Inggris berkualitas jutaan dollar.

Rifaat al-Assad, usia 82 tahun, tinggal di pengasingan sejak pertengahan 1980-an atas tuduhan percobaan untuk menggulingkan saudaranya, Presiden Hafez al-Assad, abu presiden Suriah saat ini. Rifaat al-Assad menghabiskan sebagian besar waktunya di Prancis.

Meja hijau Prancis memerintahkan penyitaan atas seluruh properti Perancis yang diperoleh Assad secara ilegal, diperkirakan bernilai bertambah dari $ 100 juta, beserta satu properti di London senilai lebih dari $30 juta.

Pemerintah Prancis mencurigai Rifaat membeli sejumlah properti di kurang negara tersebut antara tahun 1984 dan 2016. [mg/ii]