GANDAR Pertimbangkan Masa Depannya dalam AfghanistanÂ

as-pertimbangkan-masa-depannya-di-afghanistana-1

Upaya evakuasi udara dari Afghanistan mengikuti jam-jam terakhir. Setelah tenggat 31 Agustus sekalipun, tadbir Biden mengatakan akan terus berusaha untuk membawa masyarakat negara AS dan sekutu-sekutunya di Afghanistan keluar lantaran negara itu. Seorang penguasa senior Taliban mengatakan orang-orang akan diijinkan melakukan perjalanan ke luar negeri pada masa depan.

Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengatakan dalam rencana ABC “This Week” bahwa masyarakat internasional akan menyaksikan. “114 negara telah menunjukkan dengan jelas bahwa mereka mengharapkan Taliban akan menganjurkan kebebasan melakukan perjalanan sesudah 31 Agustus. ”

Pada Minggu (29/8), Presiden Joe Biden memberi penghormatan kepada ke-13 personel militer AS yang mati dalam pemboman bunuh diri pekan lalu di bandara Kabul. Lebih dari 100 warga Afghanistan juga mati.

Penarikan GANDAR dari Afghanistan akan berisiko dan kacau, kata tadbir itu. Mereka menyinggung perkara keberhasilan dalam mengangkut 100. 000 orang naik udara dalam beberapa pekan belakangan. Para pengkritik mengatakan Biden telah melakukan banyak sikap berbahaya.


Lindsey Graham.

Senator Lindsey Graham, seorang tokoh Partai Republik, berbahasa dalam program “Face the Nation” di CBS. “Presiden Biden mengatakan dia mau menghapus isu Afghanistan untuk presiden masa depan. Tapi dia justru melakukan sebaliknya. Untuk 20 tahun ke depan, presiden-presiden AS kelak akan berurusan dengan kesengsaraan ini. ”

Jake Sullivan, penasihat ketenangan nasional AS, mengatakan berbagai laporan intelijen mengindikasikan kelompok-kelompok teroris di Afghanistan tidak punya kemampuan perencanaan eksternal yang canggih, tetapi kekhawatirannyaadalah mereka bisa mengembangkan kemahiran itu.

Tempat berbicara kepada CBS “Face the Nation”. “Yang telah kami buktikan berulang kali di negara-negara lain adalah kami mampu mengekang ancaman terorisme, termasuk kemampuan perencanaan eksternal, tanpa menerjunkan kekuatan yang besar di lapangan, ” jelasnya.

Selanjutnya, Menlu Blinken mengucapkan AS harus memberikan menggubris yang besar untuk Afghanistan tapi tidak akan punya perwakilan diplomatik di kian. “Kami akan cermati apa yang akan terjadi pada beberapa minggu dan kamar ke depan, terkait perilaku Taliban, dan seperti barang apa situasi keamanan di negara itu, ” jelasnya.

Blinken mengatakan belum jelas apakah AS kira-kira akan kembali lagi ke negara itu, yang pernah didudukinya selama hampir 20 tahun. [vm/jm]