Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris di Sumut

densus-88-tangkap-8-terduga-teroris-di-sumut-2

VOA semrawut Juru Bicara Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan delapan terduga teroris ditangkap tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Mereka ditangkap di daerah dengan berbeda.

“Jadi untuk kegiatan tadi cepat teman-teman dari Densus 88 mengamankan terduga teroris sebanyak delapan orang dari Semenanjung Balai dua, dan Medan enam orang. Semuanya dibanding tempat yang berbeda interpretasi tersangka ini, ” sirih Hadi, Jumat (19/3).

Lanjutnya, saat ini tim Densus 88 sedang mendalami penyelidikan terkait interpretasi delapan terduga teroris dalam Sumut. Termasuk dari ikatan mana terduga teroris tersebut berasal. “Sekarang sedang didalami, diinterogasi mendalam oleh teman-teman Densus 88. Terkait kelompok mana masih terus didalami oleh Densus sampai sekarang, ” ungkapnya.

Hadi juga belum mampu memastikan apakah delapan terkira teroris itu akan dibawa ke Jakarta atau tak untuk menjalani pemeriksaan. Menurutnya, informasi lebih lanjut mau disampaikan tim Densus 88. “Setelah didalami tentu kewenangannya ada di Densus 88 yang akan menindaklanjuti apakah dibawa ke Jakarta ataupun (diperiksa) di Medan. Kita lihat nanti perkembangannya, ” pungkasnya.

Bersandarkan informasi yang didapat VOA di lapangan, empat lantaran delapan terduga teroris dengan ditangkap Densus 88 berinisial FR dan A diamankan di Tanjung Balai, ST alias J di Deli Serdang, dan DL pada Medan. Rangkaian penangkapan tersebut dilakukan pada Jumat (19/3) pagi.

Anggota Densus 88 dalam latihan operasi penyergapan. (Foto: dok).


Anggota Densus 88 dalam latihan operasi penyergapan. (Foto: dok).

Halimah yang merupakan kepala lingkungan XVIII, di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumut, mengatakan terkira teroris berinisial DL ditangkap oleh belasan petugas tidak berseragam lengkap. Dalam interpretasi itu, polisi juga menggeledah rumah dari terduga teroris, DL. “Ada sangkur, samurai, ponsel, buku-buku jihad yang mereka dapatkan dari rumah (terduga teroris) itu, ” sebutnya.

DL diketahui telah tinggal selama 10 tahun di sendi yang ditempatinya. Sebelumnya, DL tinggal di kawasan Bulu Cina, Kecamatan Hamparan Galuh, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. “Dia kurang lebih hampir 10 tahun. Tempat (sosialisasi) bagus tapi cuma agak tertutup sedikit dengan tetangga. Dia berprofesi sebagai tukang cukur rambut, jual jamu, dan (minuman) serbat, ” pungkasnya.

Sedangkan, terduga teroris berinisial ST ditangkap di perumahan Graha Deli Permai, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, usai melaksanakan salat subuh berjemaah di masjid yang tak jauh sejak rumahnya. Hal tersebut dianggap Aditia yang merupakan tetangga ST. “Orangnya baik-baik sekadar karena sering salat berjemaah. Tadi pagi juga masih salat subuh. Kejadiannya tersebut selesai subuh di lapangan (sekitar perumahan) yang jemput polisi pakaian biasa, ” jelasnya.

Sementara itu, penangkapan yang dilakukan Densus 88 terhadap terkira teroris berinisial FT dan C dilakukan di Tanjung Balai, Sumut. Satu sebab dua terduga teroris tersebut ditangkap di rumahnya, ustaz Husni Thamrin, Kelurahan Pahang, Kecamatan Datuk Bandar, Tanjung Balai.

Para anggota Densus 88 membawa perlengkapan dan senjata mereka setelah melakukan penggerebekan di rumah yang ditempati oleh militan di Kabupaten Bandung, 8 Mei 2013. (Foto: dok).


Para anggota Densus 88 membawa perlengkapan dan senjata mereka setelah melayani penggerebekan di rumah dengan ditempati oleh militan dalam Kabupaten Bandung, 8 Mei 2013. (Foto: dok).

Seorang kepala lingkungan di Kelurahan Pahang, Afrizal, membenarkan salah satu warganya ditangkap Densus 88. “Iya benar, ” kata Afrizal.

Namun, Afrizal mengaku tak mengetahui kronologis penangkapan kepada warganya tersebut. Dirinya hanya dipanggil untuk menyaksikan pemeriksaan di salah satu rumah terduga teroris itu. “Kronologis saya kurang jelas. Tapi saat sudah diamankan tersangka saya ditelepon dan melayani (menyaksikan) penggeledahan rumah, ” jelasnya.

Ia mengungkapkan, barang bukti seperti buku dana, satu selongsong peluru, serta senjata tajam jenis samurai diamankan petugas. “Baru bukti-bukti transferan, buku rekening, transaksi, ” pungkas Afrizal.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Penuh Rusdi Hartono saat dihubungi VOA, mengatakan belum mendapat informasi soal penangkapan delapan terduga teroris di Sumut. “Saya belum dapat keterangan tersebut dari Densus 88, ” katanya kepada VOA melalui pesan singkat, Jumat (19/3) siang.

Hingga berita ini ditayangkan, polisi belum memberikan bahan rinci terkait rangkaian interpretasi delapan terduga teroris dalam Sumut. [aa/ab]