Laporan FBI: Pembunuhan AS Terangkat Hampir 30% Tahun Berantakan

Tingkat pembunuhan di AS terangkat hampir 30 persen tarikh lalu dibandingkan 2019. FBI pada Senin (27/9) mengadukan bahwa kenaikan itu ialah bagian dari kenaikan kekerasan secara umum di negara itu.

Dalam laporan statistik kejelekan tahunan, FBI mengatakan dekat 1, 3 juta kekejaman dengan kekerasan dilakukan dalam AS tahun lalu, terangkat 5, 6 persen dari 2019 dan pertama kalinya angka itu naik dalam empat tahun.

Hampir 18. 000 pembunuhan dilaporkan, kata FBI.

Laporan FBI tersebut menandai kaitan antara penembakan dan pembunuhan. Pembunuhan bersenjata angkanya mencapai lebih sebab dua dari tiga maut semacam itu, menurut data tersebut. FBI, badan penelitian kriminal tertinggi di negeri itu, mengatakan ada lebih dari 6, 4 juta kejahatan terkait properti, turun 7, 8 persen lantaran setahun sebelumnya. Ini mencatat tahun ke-18 berturut-turut angka itu menurun.

Meskipun jumlah pembunuhan & pembunuhan tanpa kelalaian menyusun, FBI mengatakan jumlah perampokan turun 9, 3 komisi dan pemerkosaan turun 12 persen, sementara perkiraan total serangan yang bertujuan melahirkan luka naik 12, 1 persen.

Terpaut kejahatan properti, FBI mengatakan jumlah perampokan turun 7, 4 persen dan penyamunan turun 10, 6 obat jerih, tapi pencurian kendaraan naik 11, 8 persen.

Secara kolektif, para-para korban kejahatan properti, tercatat pembakaran, mengalami kerugian 17, 5 milyar dolar di 2020, kata laporan itu.

Dinas penegak hukum di seluruh GANDAR menangkap 7, 6 juta orang tahun lalu, tercatat yang melakukan pelanggaran berarakan lintas, tambah laporan tersebut. [vm/jm]

Pokok Tembak dengan KKB di Pegunungan Bintang, Satu Anggota Polri Gugur

Juru bicara Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal, mengatakan telah terjadi baku tembak jarang personel gabungan TNI-Polri dengan KKB di depan Polsek Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Kartika, Papua, Minggu (26/9) sekitar pukul 04. 50 WIT. Satu anggota Polri mati dalam baku tembak itu.

“Dari baku tembak tersebut mendatangkan gugurnya satu personel Satgas Nemangkawi bernama Bharatu Anumerta Muhammad Kurniadi Sutio. Dia mendapatkan luka tembak dalam bawah ketiak sebelah kanan, ” kata Kamal di dalam keterangan resminya, Minggu (26/9).

Pokok tembak itu berawal zaman personel gabungan TNI-Polri sedang melakukan penjagaan di Polsek Kiwirok. Kemudian, personel ikatan TNI-Polri mendapatkan tembakan dari KKB pimpinan Lamek Alipki Taplo.


Proses evakuasi jenazah Bharatu Anumerta Muhammad Kurniadi Sutio, dari Kabupaten Pegunungan Bintang ke Jayapura, Papua, Minggu 26 September 2021. (Courtesy: Kapolres Pegunungan Bintang)

“Sehingga personel membalas tembakan dan terjadi baku tembak, ” ujar Kamal.

Selanjutnya, Bharatu Anumerta Muhammad Kurniadi Sutio dievakuasi menggunakan helikopter milik Polri sebab Distrik Kiwirok menuju Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, sekitar pukul 07. 21 WIT.

“Pukul 07. 43 WIT, helikopter yang mengevakuasi korban datang di Bandara Oksibil. Lalu, jenazah korban diterbangkan ke Jayapura dengan menggunakan motor carter Smart Air, pada pukul 10. 00 WIT, ” jelas Kamal.

Masih prawacana Kamal, saat ini jenazah telah berada di Vila Sakit Bhayangkara Polda Papua untuk dilakukan tindakan medis. Rencananya, jenazah Bharatu Anumerta Muhammad Kurniadi Sutio mau diterbangkan ke kampung halamannya di Aceh Tamiang.

“Melalui (transit) Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara Kualanamu, Deli Serdang selanjutnya ke Aceh Tamiang, ” ucapnya.

Saat ini personel gabungan TNI-Polri terus melakukan pengejaran terhadap KKB pimpinan Lamek Alipki Taplo.


Anggota sayap militer dari Tentara Penghentian Nasional Papua Barat (TPNPB). (Courtesy: TPNPB-OPM).

TPNPB OPM Mengaku Bertanggungjawab

Tatkala itu, juru bicara Prajurit Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom, mengatakan pihaknya bertanggung jawab atas penembakan tersebut.


Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom (kanan). (Courtesy- TPNPB-OPM)

“Kami tentara TPNPB-OPM Kodap XV Ngalum Kupel siap menghadapi kedatangan ribuan pasukan TNI-POLRI pada Tanah Ngalum. Sampai pustaka pun kami tetap konflik hingga Papua merdeka, ” katanya, Minggu (26/9).

Menurutnya, TPNPB-OPM telah menembak dua orang pasukan gabungan TNI-Polri. Namun, itu tidak bisa memastikan berapa orang yang meninggal kelanjutan penembakan itu.

“Kami belum bisa pastikan, namun soal berapa yang mati dan luka itu urusan mereka. Terutama perang kami tetap eksis sampai Papua merdeka, ” ujar Sebby.

Situasi Tidak Kondusif, Warga Kiwirok Mengungsi

Gempuran yang dilakukan KKB ini bukan yang pertama di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang. Sebelumnya, pada 21 September 2021, anggota TNI bernama Pratu Ida Bagus Putu dilaporkan gugur saat sedangkan mengamankan proses evakuasi jenazah suster Gabriella Meilani lantaran Kiwirok ke Jayapura.

Mengutip Kompas. com, akibat situasi ketenangan yang tidak kondusif tersebut sejumlah warga Distrik Kiwirok memilih untuk mengungsi ke lokasi yang lebih tenang. Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Pegunungan Bintang, Piter Kalakmabin.


Gelar pasukan di Jayapura pada hari Jumat (24/9) untuk mengamankan PON. (Courtesy: Polda Papua)

Amankan PON, Alat Gelar Pasukan

Sebelumnya, pada Sabtu (25/9) telah dilakukan apel gelar pasukan di Lapangan Timika Indah untuk meneroka kesiapan personel keamanan dan sarana pendukung pengamanan PON XX Papua khususnya di klaster Mimika.

Kepala Operasi Pengamanan PON XX Papua, Brigjen Penuh Suhendri, berpesan kepada segenap personel keamanan agar perlu mengantisipasi segala bentuk kejahatan.


Polda Papua amankan kedatangan atlet catur, berjuang dan anggar di bandara Jayapura, Sabtu (25/9). (Courtesy: Polda Papua)

“Saat pengamanan hindari penumpukan anggota di satu titik. Kami perlu menyebar yang mana setiap sektor harus terisi untuk mengantisipasi adanya rencana jahat dari para karakter kejahatan. Kita perlu memori dan jangan menganggap remeh situasi, ” jelasnya. [aa/em]

Setidaknya 8 Tewas Akibat Peledak Mobil Bunuh Diri pada Somalia

Polisi mengatakan sebuah peledak mobil bunuh diri pada persimpangan jalan dekat istana presiden Somalia menewaskan sedikitnya delapan orang pada Sabtu (25/9). Al-Shabaab yang terkait dengan al-Qaeda mengaku mereka berada di balik serangan yang menargetkan konvoi ke istana itu.

Juru bicara polisi Abdifatah Aden Hassan mengatakan pada wartawan di lokasi ledakan, jumlah korban bisa lebih banyak, karena beberapa orang yang tewas dan terluka telah dibawa pergi oleh kerabat mereka.

“Al-Shabaab berada di pulih ledakan itu. Mereka melenyapkan delapan orang termasuk seorang tentara dan seorang ibu dan dua anak. Al-Shabaab membantai warga sipil, ” katanya.

Mohamed Ibrahim Moalimuu, juru bicara pemerintah, mengatakan di antara mereka yang tewas ialah Hibaq Abukar, seorang advokat urusan perempuan dan hak asasi manusia di biro Perdana Menteri Mohammed Hussein Roble.

“Dia adalah salah satu pilar dewan Perdana Menteri (untuk) kesibukan perempuan, ” katanya di akun Facebook-nya.

Tidak segera jelas apakah Abukar berada dalam konvoi atau apakah dia bertepatan berada di dekatnya masa ledakan terjadi.

Al-Shabaab membenarkan bahwa itu berada di balik serbuan itu.

“Seorang Mujahid yang mengendarai bom mobil bunuh diri menargetkan konvoi mobil yang menyelap ke istana (kepresidenan), ” Abdiasis Abu Musab, pakar bicara operasi militer al-Shabaab, mengatakan kepada Reuters melalui telepon. [ah]

Perempuan Penangkap Lobster Berusia 101 Tahun Tidak Berencana Purna bakti

Sejak memulainya lebih sebab 90 tahun lalu, seorang peternak lobster tertua pada Maine yang berusia 101 tahun, masih menangkap lobster hingga kini.

Virginia Oliver, penangkap lobster tertua di negara periode Maine dan bahkan kira-kira yang tertua di negeri. Ia masih rajin memasang 200 perangkap lobster miliknya di Rockland, Maine, bersama-sama dengan putranya, Max, yang berusia 78 tahun.

“Saya mengikat lobster-lobster itu, mengukurnya dan memasukkannya ke di dalam tangki, ” jelasnya.

Oliver mulai menangkap lobster sejak ia berusia delapan tahun dan mematok kini, ia belum berencana untuk pensiun dari aktivitasnya menangkap lobster. “Saya tetap melakukannya, jadi mungkin mau terus melakukannya, ”


Virginia Oliver (kiri), mengobrol dengan putranya Max Oliver saat berangkat ke laut untuk menangkap lobster era fajar di Rockland, Maine, Selasa, 31 Agustus 2021. Virginia Oliver (101 tahun), nelayan lobster tertua dalam negara bagian itu. (AP Photo/Robert F. Bukaty)

Ia memiliki kenangan cantik saat mulai menangkap lobster dan bagaimana dia dengan dramatis berhenti dari order lamanya. Ia masih peduli ketika memberitahu suaminya bahwa ia ingin pergi menangkap lobster bersamanya.

“Waktu itu saya masih bekerja di sebuah wadah percetakan. Saya sudah menikah selama tiga setengah tahun. Suatu hari, ia pulang ke rumah dan melihat halaman rumah yang dipenuhi dengan batu bara. Suami saya berkata, ‘Oh kami kira kamu pergi bekerja’ dan saya mengatakan, ‘Saya tadi pergi ke jawatan dan mengatakan, saya ingin berhenti kerja. Saya ingin pergi menangkap lobster beserta kamu, ” jelasnya.


Virginia Oliver (101 tahun), menyelenggarakan kapal putranya Max Oliver, Selasa, 31 Agustus 2021, di lepas pantai Rockland, Maine. Oliver adalah nelayan lobster tertua di negara bagian dan mungkin yang tertua di dunia. (AP Photo/Robert F. Bukaty)

Ia juga masih memikirkan beberapa pengalaman mengerikan era menangkap lobster. “Menantu pria saya menyukai daging kepiting. Jadi suatu hari kami menyisihkan seekor kepiting. Ketam itu menjepit jari kelingking saya. Jika saja jari kelingking tidak memiliki tulang, kepiting itu pasti bakal memotong kelingking saya datang putus. Saya harus lari ke dokter dan mendapat tujuh jahitan, ” kenangnya.

Oliver menambahkan, ia merasa khawatir menimpa kesehatan populasi lobster kelanjutan penangkapan ikan secara besar-besaran akhir-akhir ini. [lj/uh]

Penyelidik PBB: Junta Militer Myanmar Mungkin Lakukan Kejahatan terhadap Kemanusiaan

Dalam serangan tajam terhadap para kepala kudeta Myanmar, penyelidik istimewa Thomas Andrews menyajikan bukti yang terdokumentasi dari kejelekan kekejaman massal terhadap anak buah Myanmar. Ia mengatakan 1. 100 orang lebih tewas sementara 8. 000 bertambah ditangkap secara sewenang-wenang, dan 230. 000 lebih mengungsi secara paksa. Ini berlaku sejak junta militer pada 1 Februari menyingkirkan tadbir Aung San Suu Kyi yang dipilih secara demokratis.

Andrews melukiskan secara rinci pembunuhan kepada para pengunjuk rasa pada jalan-jalan, pemukulan dan penyiksaan orang-orang dalam tahanan, semesta desa diserang oleh bom dan granat yang diluncurkan dengan roket. Ia mengutarakan tidak ada yang dibiarkan selamat, bahkan anak-anak. Dia mencatat setidaknya 75 bani berusia 14 bulan mematok 17 tahun telah dibunuh oleh pasukan junta maka Juli.

“Saya juga menerima laporan yang bisa dipercaya tentang anak-anak yang disiksa, termasuk besar anak laki-laki yang kelaparan dan kemudian kaki itu dibakar dengan batang besi… Sekarang junta semakin mengandalkan taktik bejat lainnya, penggunaan hukuman kolektif, termasuk penculikan anggota keluarga mereka yang dicari dengan surat order penangkapan, tetapi tidak bisa ditemukan oleh polisi & pasukan militer, ” ungkapnya.

Selanjutnya, Andrews mengatakan rakyat tidak mencuaikan begitu saja penyiksaan oleh para jenderal. Ia mengucapkan anggota pemerintah sipil dan pemimpin etnis yang digulingkan telah membentuk Pemerintah Perserikatan Nasional sebagai oposisi dengan sah terhadap junta tentara. Ia mengatakan Pasukan Pertahanan Rakyat yang dipimpin sipil mengamankan desa-desa. Namun dia mencatat Myanmar tidak bakal mendapatkan kebebasannya tanpa dukungan dan tindakan yang kuat dari komunitas internasional.

“Dalam pandangan saya, niat baik dari mereka yang ingin mengakhiri kebengisan ini melalui keterlibatan & dialog tidak akan berhasil selama militer junta tidak berkeinginan untuk mengakhiri kebrutalannya, dan ini hanya mampu dilakukan dengan pengaruh… Faktanya adalah upaya komunitas universal saat ini untuk mengakhiri semakin memburuknya kejadian-kejadian dalam Myanmar sama sekali tidak berhasil, ” ujarnya.

Penyelidik PBB itu menganjurkan tindakan internasional dan hukuman ekonomi yang terkoordinasi kepada junta. Misalnya, Andrew mengucapkan sanksi terhadap Perusahaan Patra dan Gas Myanmar mampu menghentikan junta untuk langsung mencuri kekayaan sumber daya alam negara itu. Ia mengatakan embargo senjata dengan komprehensif dan penggunaan teknologi untuk tujuan damai & militer bisa menyelamatkan nyawa rakyat Myanmar. [my/lt]

Pabrik Makanan Laut Louisiana Semrawut Akibat Badai Ida

Petambak tiram, kepiting, udang, dan nelayan di Louisiana tidak mendapatkan apa-apa jika tidak sanggup beradaptasi, menghasilkan ratusan ton makanan laut setiap tahun. Mereka telah berjuang daripada tumpahan minyak yang menghancurkan, banjir, pasar yang bertukar, dan badai yang tak ada habisnya, hanya buat bertahan dalam bisnis.

Namun, badai Ida memaksa sebagian dari merela bertanya-tanya apa yang bakal terjadi selanjutnya.

Badai Kategori 4 itu menghancurkan beberapa bagian pabrik itu, jauh lebih membatalkan daripada kehancurann akibat Katrina, badai kategori 3 dengan merugikan bisnis makanan bahar lebih dari $1 miliar pada tahun 2005. Belum diketahui berapa banyak kapal, dermaga, dan prosesor dengan hilang akibat badai Ida yang membawa angin berkecepatan 240 km per jam. Kapal-kapal yang berhasil mencapai pelabuhan teraman beruntung, tetapi beberapa dari kapal-kapal itu hancur akibat amukan tersangkut Ida.

Pengaruh Ida pada industri sasaran laut bernilai $2, 4 miliar di Louisiana, dengan mempekerjakan lebih dari 23. 000 karyawan, tersebar dalam tempat-tempat yang bahkan suram diucapkan oleh orang asing: dusun-dusun kecil seperti Plaquemines, Lafourche, dan Terrebonne, dan kota-kota kecil termasuk Pointe-aux-Chenes, Des Allemandes dan Houma. Di sana, bisnis sasaran laut milik keluarga sudah beroperasi turun-temurun.

Penduduk yang hidup dari hasil laut Teluk Meksiko itu berjanji untuk balik menyediakan makanan yang dinikmati di seluruh dunia itu asalkan tidak ada angin besar lagi yang lebih awal memusnahkan bisnis mereka. Hendak tetapi ada tantangan lain yang menghadang sementara Louisiana mencoba menyelamatkan garis pantai yang hilang, industri, dan cara hidup, semuanya di dalam saat yang bersamaan.

Angin kencang daripada Badai Ida mengoyak sebagian besar atap Motivatit Seafoods, pabrik pengolahan tiram dalam Houma, sehingga air abu masuk ke dalam kala Badai Nicholas datang besar minggu kemudian, merusak bahan pemrosesan yang mahal. Pada seberang tempat parkir, Ida meluluh lantak bengkel pelestarian menjadi tumpukan logam yang kusut.

Steven Voisin, yang menjalankan usaha keluarga yang sudah berusia 50 tahun yang didirikan mendiang kakak dan ayahnya, mengatakan bangunan-bangunan itu tak dapat digunakan kembali.

Produksi tiram sudah jatuh di Louisiana akibat kurang badai dan tumpahan patra BP tahun 2010, serta beberapa tahun banjir dengan parah hampir menyapu suci beberapa daerah tempat tumbuhnya tiram, sebagian karena limpahan besar yang harus dibuka pada tahun 2019.

Kemudian, pandemi virus corona melanda tahun berantakan, memaksa restoran di segenap Amerika tutup, memusnahkan seruan atas produk yang paling baik kalau disajikan dengan segar. Walaupun perusahaan tersebut dulunya mempekerjakan 100 pekerja, kata Voisin, saat itu jumlah karyawan sekitar 20. Sebagian dari mereka bakal menentukan upaya lebih sendat setelah Badai Ida.

Untuk saat ini, membersihkan puing-puing dari Angin besar Ida menjadi pekerjaan pati bagi banyak komunitas. [mg/ka]

Biden di Majelis Umum PBB Mendesak Persatuan, Hadapi Tantangan Global

Presiden AS Joe Biden mengatakan dunia harus bekerja sama seperti sebelumnya untuk menghadapi tantangan global.

Berbicara di Majelis Umum PBB buat pertama kalinya sebagai kepala negara Amerika, Biden mengatakan, “Keamanan, kemakmuran, dan kebebasan kita saling berhubungan, tidak seperti sebelumnya. ”

Biden mencatat AS “kembali hadir di forum-forum global, terutama PBB. ” Kelakuan itu sangat kontras dengan doktrin “America First” dari pendahulunya, Donald Trump.


Kepala AS Joe Biden di pembukaan sidang ke-76 Menawan Umum PBB di New York, AS, 21 September 2021. (REUTERS/Eduardo Munoz/Pool)

Isu terkait kekuatan tentara, Biden mengatakan “Kekuatan militer AS harus menjadi pilihan langkah terakhir, bukan dengan pertama. Itu tidak boleh digunakan sebagai jawaban bagi setiap masalah yang berlaku di seluruh dunia. ”

Acara tahunan PBB itu merupakan kesempatan bagi majelis yang terdiri dari 193 negara bagian akan membahas sejumlah tantangan dalam kepentingan regional dan global.

Biden melakukan perjalanan ke New York pada Senin malam untuk pertemuan langsung secara sekitar 100 kepala negara di markas besar PBB. Setelah pidatonya hari Selasa (21/9), Presiden Biden mengadakan pertemuan di luar kesibukan itu di New York dengan Perdana Menteri Australia Scott Morrison, dan lalu pada hari yang cocok menjadi tuan rumah untuk Perdana Menteri Inggris Boris Johnson untuk beberapa perembukan di Gedung Putih. [mg/ka]

BTS Bicara di Majelis Umum PBB

Sidang Majelis Umum PBB ke-76 siap dibuka hari Selasa (21/9). Namun beberapa pertemuan pendahuluan telah dilangsungkan hari Senin ini (20/9), antara lain “The Informal Leaders Roundtable on Climate Action, ” suatu pertemuan informal para pemimpin dan tokoh masyarakat tentang perubahan iklim, yang dihadiri Sekjen PBB Antonio Guterres dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson; dan sidang yang mengkaji kemajuan pencapaian “Tujuan Pembangunan Berkelanjutan” SDGs yang dihadiri Sekjen PBB Antonio Guterres, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan kelompok musik superstar BTS.

“Kita tidak boleh lupa, terutama soal bahwa masa depan ini adalah milik generasi muda. Yang akan bergabung dengan kita hari ini adalah sekelompok pemuda luar biasa yang terhubung dengan pemuda di seluruh dunia, BTS, dalam kapasitas sebagai utusan khusus presiden untuk budaya dan generasi mendatang. Bersama BTS, utusan khusus pertama yang berasal dari sektor swasta, saya berharap pertemuan hari ini akan menjadi kesempatan untuk memobilisasi niat baik dan langkah generasi di masa depan menuju tercapainya pembangunan berkelanjutan. ”


Para anggota “BTS” dari kiri: Taehyung/V, Suga, Jin, RM, Jungkook, Jimin dan J-Hope berbicara di Majelis Umum PBB, Senin (20/9).

Demikian petikan pernyataan Presiden Moon Jae-in ketika memperkenalkan BTS di sidang Majelis Umum PBB. Dalam pidatonya, salah seorang anggota BTS yang dikenal sebagai RM, mengatakan isu perubahan iklim merupakan “diskusi yang berat” tetapi mereka optimis dengan masa depan.

“Merupakan suatu kehormatan dapat berada di sini hari ini. Kami BTS, ditunjuk sebagai Utusan Khusus Presiden Korea Selatan. Perubahan iklim merupakan diskusi yang berat, tetapi ketika mempersiapkan diri untuk hadir di sini, saya mempelajari bahwa ada begitu banyak anak muda yang memiliki minat pada isu-isu lingkungan hidup dan memilihnya sebagai bidang studi. Masa depan merupakan wilayah yang belum dijelajahi dan di sana lah kita akan menghabiskan lebih banyak waktu dibanding siapa pun. Jadi anak-anak muda ini sedang mencari jawaban tentang bagaimana menjalani kehidupan mereka kelak. ”


Seorang anggota BTS yang dikenal sebagai RM, meyampaikan isu perubahan iklim di Majelis Umum PBB, Senin (20/9).

Seorang anggota BTS lainnya, Kim Tae-Hyung, menambahkan, “Saya harap kita tidak hanya menganggap bahwa masa depan merupakan sesuatu yang kelam. Kita memiliki orang-orang yang sangat peduli dengan dunia dan sedang mencari jawaban-jawabannya. Masih ada banyak hal tersisa dalam perjalanan ini yang mengenai kita, dan saya kira kita seharusnya tidak bicara seakan-akan bagian akhir perjalanan ini telah ditulis. ”

Pidato BTS disambut tepuk tangan para hadirin di sidang PBB itu.

Seusai pidato kelompok K-pop itu merilis video khusus untuk lagu hits mereka “Permission to Dance, ” yang pengambilan gambarnya dilakukan di dan sekitar markas PBB, yaitu di auditorium, di lobby dan di depan gedung yang ikonik di New York itu.

Presiden Amerika Joe Biden, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan puluhan pemimpin negara lain akan menghadiri sidang Majelis Umum PBB pada 20-27 September mendatang. [em/ka]

Pelopor Khawatirkan Keberadaan Perempuan dalam Bawah Kendali Taliban

Organisasi hak-hak perempuan memperingatkan konsekuensi terhadap kehidupan dan kemandirian perempuan setelah Taliban merebut kekuasaan di Afghanistan.

“Kami sangat khawatir akan terjadi objek terkait keberadaan kaum hawa. Mereka akan dibunuh ataupun dipaksa menikah, dianiaya, menderita kekerasan, ” ujar Tergesa-gesa Birkmann dari organisasi hak-hak perempuan “Terre des Femmes” kepada kantor berita Associated Pres s, Senin (16/8).

Birkmann mengungkapkan harapannya bahwa operasi evakuasi orang-orang dari Kabul dapat “diatur dengan stabil” untuk membawa keluar “sejumlah aktivis hak-hak perempuan dari negara itu. ”


Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid berbicara pada konferensi pers di Kelulusan, Afghanistan, 7 September 2021. (Foto: VOA)

Pada konferensi pers di Kelulusan pada Selasa (17/8) ujung bicara Taliban Zabihullah Mujahid menyampaikan masalah hak-hak perempuan “sangat penting” dan itu “berkomitmen atas hak-hak perempuan dalam kerangka Syariah”.

Mujahid menjelaskan Taliban ingin meyakinkan dunia “bahwa tidak akan ada diskriminasi terhadap kaum perempuan, tapi tentu saja dalam kondisi yang kita miliki. ”

Namun, Birkmann menggambarkan situasi kaum hawa di Afghanistan sebagai “mengancam jiwa”, dan mengungkapkan kalau akses ke pendidikan sudah ditolak.

“Di Herat semua sekolah hawa telah ditutup. Semua toko juga ditutup. Kebanyakan perempuan tidak lagi bekerja sebab merasa takut pada Taliban. Kami juga mendengar urusan dari organisasi lain kalau perempuan tidak lagi dapat meninggalkan rumah tanpa didampingi muhrim. Jadi mereka benar-benar terputus (dari dunia luar), ” kata Gesa Birkmann.

Banyak perempuan di negara Asia Daksina itu merasa khawatir bahwa eksperimen Barat dalam perut dekade ini untuk memperluas hak-hak perempuan dan membangun kembali Afghanistan, tidak bakal bertahan dengan bangkitnya Taliban.

Setelah penuh kota di Afghanistan lepas ke tangan mereka tanpa ada perlawanan, Taliban mencari jalan menggambarkan diri mereka jadi lebih moderat dibandingkan kala mereka memberlakukan aturan yang brutal pada akhir 1990-an. Akan tetapi banyak masyarakat Afghanistan tetap merasa ragu-ragu.


Perempuan Afghanistan menuntut benar mereka di bawah adikara Taliban saat demonstrasi di dekat bekas gedung Departemen Urusan Perempuan di Kelulusan, Afghanistan, Minggu, 19 September 2021. (Foto: AP)

Generasi Afghanistan yang lebih tua masih ingat akan pandangan Taliban yang uakonservatif terhadap Islam. Sewaktu berpengaruh, Taliban sangat membatasi rumpun perempuan. Mereka juga meresmikan rajam dan amputasi pada depan umum sebelum kewenangan mereka digulingkan oleh invasi pimpinan AS setelah pukulan teror 11 September 2001.

Birkmann menghakimi penarikan cepat pasukan GANDAR dari Afghanistan sebagai jalan yang “tidak bertanggung pikiran. ” Ia menambahkan perkembangan hak-hak perempuan di negeri itu “belum mendapatkan pijakan yang stabil”.

“Situasinya berjalan sedemikian lekas, tentu saja tidak tersedia yang memperkirakan itu terjadi. Namun dapat diprediksi kalau situasinya akan menjadi jauh lebih buruk bagi asosiasi, bagi penduduk sipil, terutama anak perempuan dan famili perempuan di Afghanistan, ” kata Gesa Birkmann​. [mg/ka]

3 Tewas dalam Ledakan pada Jalalabad, Afghanistan

Sedikitnya tiga orang tewas dan sekitar 20 orang terluka dalam serangkaian ledakan di Kota Jalalabad, Afghanistan timur, Sabtu (18/9), kata dua orang sumber.

Kedua sumber yang mengatakan mereka telah menerima informasi dari sendi sakit dan para bukti mata, mengatakan kepada Reuters , korban tewas terjadi dalam lima rangkaian ledakan.

Seorang sumber mengatakan bagian Taliban termasuk di kurun korban. Sumber kedua mengutarakan bom itu menargetkan instrumen Taliban.

Ahli bicara Taliban tidak lekas dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Belum ada yang mengklaim bertanggungjawab atas ledakan tersebut. Jalalabad adalah Ibu Kota Provinsi Nangarhar, yang merupakan perlindungan bagi kelompok militan ISIS yang aktif sejak jatuhnya Kabul ke tangan Taliban.

Serangkaian pemboman di Bandara Kabul pada 26 Agustus yang diklaim ISIS, menewaskan lebih sebab 180 orang. Serangan itu termasuk yang paling menjemput selama dua dekade negara tersebut berada di lembah pendudukan Amerika Serikat. [ah]