Booster Johnson & Johnson Menambah Perlindungan dari COVID-19

booster-johnson-johnson-menambah-perlindungan-dari-covid-19-2

Johnson & Johnson, Rabu (25/8) mengumumkan uji klinis menunjukkan suntikan kedua vaksin COVID-19 menghasilkan respon antibodi sembilan kali lebih tinggi daripada dosis pertama buatan kongsi farmasi AS tersebut.

Dalam rilis berita, perusahaan itu mengatakan telah melakukan dua studi Fase 1/2a pada sejumlah pribadi yang divaksinasi sebelumnya secara satu kali suntikan. Bukti sementara studi itu membuktikan dosis suntikan penguat (booster) menghasilkan “lonjakan antibodi pembalut yang bertambah dengan lekas dan kuat. Vaksin penguat itu mengikat dan menetralisir virus yang menyerang. ”


Kotak vaksin COVID-19 Johnson & Johnson di McKesson Corporation, Shepherdsville, AS, satu Maret 2021. (Timothy D. Easley/Pool via REUTERS/File Photo)

Perusahaan itu menguraikan peningkatan antibodi “sembilan kali lipat lebih tinggi dibandingkan 28 hari setelah vaksinasi satu dosis utama. ” Peningkatan yang signifikan tersebut tampak pada peserta tes klinis usia antara 18 dan 55 tahun, serta pada mereka yang berusia 65 tahun ke pada, yang menerima dosis booster yang lebih rendah.

“Uji klinis Periode 1/2a lebih kecil daripada Fase 3 yang dirancang untuk menunjukkan kemanjuran vaksin, ” kata pernyataan kongsi tersebut. Johnson & Johnson juga sedang mempelajari perut dosis vaksin yang padahal diujicobakan pada 30. 000 orang dalam uji coba Fase 3, yang hasilnya belum dirilis.


Vaksin COVID-10 Johnson & Johnson di OSU Wexner Medical Center, Columbus, Ohio, AS 2 Maret 2021. (REUTERS/Gaelen Morse/File Photo)

Mathai Mammen, kepala penelitian global buat Johnson & Johnson, menyampaikan bahwa perusahaan itu menyerahkan hasil studi tersebut ke Badan Pengawas Makanan dan Obat AS (FDA), Sentral Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular AS (CDC), Badan Obat Eropa (EMA) serta otoritas kesehatan lainnya. Perusahaan itu berharap vaksin itu bisa digunakan sebagai booster, delapan bulan atau bertambah setelah vaksinasi pertama dengan dosis sekali suntik. [mg/ka]