Bekas Mahasiswa Universitas Elit Mesir Divonis 8 Tahun dalam Kasus #MeToo

Sebuah pengadilan Mesir pada Minggu (11/4) menetapkan seorang mantan mahasiswa dalam sebuah universitas elit bersalah melakukan percobaan perkosaan & pemilikan narkoba. Pengadilan menjebloskan hukuman delapan tahun tangsi.

Itu merupakan vonis kedua kepada Ahmed Bassam Zaki, seorang mantan mahasiswa Universitas Amerika di Kairo. Kasusnya menggemparkan masyarakat Mesir yang konservatif dan memicu gerakan #MeToo di negara Arab yang paling padat itu.

Pengadilan kriminal Kairo memvonis Zaki tujuh tarikh penjara karena melakukan pemeriksaan perkosaan terhadap tiga hawa, dan satu tahun tangsi karena memiliki ganja, taat pengacara para korban, Ahmed Ragheb.

Ketiga perempuan itu masih di bawah umur saat perkara kriminal terjadi, menurut dokumen pengadilan. Zaki berhak mengajukan banding atas putusan Minggu (11/4) itu.

Pada Desember, Zaki dinyatakan bersalah karena memeras & melecehkan secara seksual perut perempuan lain. Zaki diganjar vonis tiga tahun penjara dalam kasus itu.

Mantan mahasiswa itu ditangkap pada Juli setelah berbagai tuduhan terhadapnya lahir di media sosial, mengundang kritikan tajam.

Associated Press telah mencari jalan menghubungi keluarga dan adjuster Zaki, namun belum ditanggapi. [vm/pp]