AS Imbau Anggota WTO Atasi Kerja Paksa di Penangkapan Ikan

as-imbau-anggota-wto-atasi-kerja-paksa-di-penangkapan-ikan-1

Amerika Serikat, Rabu (26/5), secara resmi meminta Organisasi Perdagangan Dunia ( World Trade Organization/WTO ) mendesak negara-negara anggotanya menangani kerja paksa dalam kapal penangkap ikan.

Proposal Amerika itu, yang muncul di pusat tanda-tanda bahwa pembicaraan WTO selama 20 tahun tentang larangan subsidi untuk interpretasi ikan berlebih mencapai kesimpulan, dan menuntut pemerintah membenarkan kerja paksa dalam pabrik makanan laut dan meningkatkan transparansi.

Perwakilan dagang AS mengucapkan tenaga kerja tidak dibayar “memberi kapal penangkap ikan yang terlibat praktik tersebut keuntungan yang tidak sepatutnya, ” sementara memperburuk interpretasi ikan berlebih. Mereka mengaitkannya dengan subsidi yang dibayarkan kepada kapal penangkap ikan.

Ada kesepakatan luas bahwa menetapkan tindakan untuk mengendalikan interpretasi ikan berlebih, yang menghilangkan sumber daya laut yang sangat penting yang menjelma andalan jutaan orang buat mata pencaharian mereka. Sesudah melewati tenggat untuk mencapai kesepakatan pada Desember 2020, negosiasi di badan perdagangan itu telah dipercepat pada beberapa bulan terakhir.

Kepala WTO yang baru, Ngozi Okonjo-Iweala, yang mengambil kendali lembaga perdagangan global itu Maret lalu, menjadikan kesepakatan perikanan yang telah lama ditunggu itu sebagai salah mulia prioritas utama, dan menuntut terobosan pada Juli. [ka/jm]