Amnesty: Pengadilan ‘Palsu’ Libya Ketentuan Mati 22 Orang

amnesty-pengadilan-palsu-libya-vonis-mati-22-orang-1

Amnesty International, Senin (26/4), mengatakan mahkamah militer Libya timur sudah menghukum mati sedikitnya 22 orang dan memenjara ratusan lainnya sejak 2018 di dalam pengadilan “palsu yang diwarnai penyiksaan” untuk melakukan dominasi.

“Pengadilan tentara telah memvonis ratusan awak sipil di Libya timur dalam pengadilan militer rahasia dan sangat tidak seimbang, ” kata kelompok HAM yang berbasis di London itu.

Grup itu menambahkan, pengadilan tersebut “bertujuan menghukum orang-orang yang dianggap sebagai oposisi dan kritikus” terhadap pasukan yang setia kepada pemimpin militer bertangan besi di timur, Khalifa Haftar.

Mereka yang dinyatakan bersalah termasuk wartawan, demonstran tenteram, dan individu yang mengkritisi pasukan Haftar di jalan sosial.

Libya yang kaya minyak sudah dilanda konflik sejak despot Moamar Kadhafi digulingkan dan dibunuh dalam pemberontakan dengan didukung Pakta Pertahanan Atlantik Utara ( North Atlantic Treaty Organization/NATO ) satu dasawarsa berarakan.

Negara itu terpecah belah antara besar pemerintahan yang bersaing, yakni pemerintah di Tripoli yang diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan saingannya di timur, yang setia kepada Haftar. [vm/pp]