Ahli Genetika Amerika Peroleh Hadiah Templeton

Ahli Genetika Amerika Peroleh Hadiah Templeton

Francis Collins, pakar genetika Amerika baru saja mendapat hadiah Templeton sebab usahanya menggabungkan sains dan kepercayaan agama. Kepala Institut Kesehatan Nasional ( National Institute of Health) itu meraih hadiah $1, 3 juta dalam tahun ke-48 sejak hadiah tersebut diberikan kepada tokoh-tokoh yang sukses dalam kedua bidang itu.

Francis Collins mengatakan dalam wawancara dengan kantor berita AFP sebelum hadiah itu diumumkan, kalau ia telah menemukan keyakinannya tentang agama dan Tuhan dalam tarikh 1970-an, ketika masih kuliah dalam fakultas kedokteran.

Collins adalah orang yang memimpin jalan yang akhirnya berhasil menyusun genome manusia dalam tahun 1990 sampai tahun 2000-an.


Francis Collins, 24 Mei 2016 pada Washington. (Foto: AP)

“Saya menyadari sebagai mahasiswa kedokteran yang kudu menghadapi masalah hidup dan stagnan tiap hari, bahwa ada sepadan hal yang lebih besar dengan tidak bisa dijelaskan oleh kepercayaan atheisme yang saya anut periode itu, ” kata Collins.

Pada usianya yang kini telah mencapai 70 tahun, Collins berada di baris terdepan pada usaha pemerintah Amerika untuk meniadakan pandemi virus corona yang sudah banyak memakan korban itu. Katanya, ia bekerja “mungkin 100 tanda per minggu” untuk menciptakan vaksin guna mencegah penyakit yang menyambut itu, dan berbagai obat yang lain yang bisa digunakan untuk menyelenggarakan penderitanya.

Menurut Collins, ia telah lama mempertimbangkan tentang apa hubungan sains atau ilmu pengetahuan dengan agama, & bagaimana kedua hal itu telah mempengaruhi hidupnya.

“Saya tahu tentang banyak kejadian, sehingga saya mengenyampingkan kemungkinan adanya Tuhan yang mengatur semua kehidupan di alam raya ini, ” katanya.

Diantara pemenang hadiah Templeton sebelum ini ialah para pakar astrofisika dan kosmologi yang senantiasa memikirkan bagaimana seluruh itu dimulai. Tapi apa dengan dilakukan oleh Collins adalah mengkaji bagian-bagian paling kecil dari dunia raya itu, seperti tiga miliar huruf dan kombinasinya yang adalah urutan genome manusia.

Ketika itulah ia menemukan apa yang disebutnya ‘Bahasa Tuhan’, dengan kemudian dituliskannya dalam sebuah kunci berjudul The Language of God yang menjadi best seller pada tahun 2006.


Seorang dokter AS Vivek Murthy dan Kepala National Institution of Health Dr. Francis Collins membahas peran musik dalam proses penyembuhan, 3 Juni 2017. (Foto: VOA)

“Namun harus hamba jelaskan, bahwa saya bukanlah orang yang mengatakan bahwa Tuhan pegari secara ajaib dan menyusun genome yang akhirnya membuat mansuia semacam yang ada sekarang, ” katanya.

“Saya melihat cara itu sebagai suatu evolusi lama dan indah, dimulai dari organisme bersel satu yang kemudian terus berkembang. Tapi masalahnya, kita setara sekali tidak mengetahui bagaimana seluruh hal itu dimulai, ” sirih Collins lagi.

Pemberian Templeton semula bernama hadiah buat ‘Kemajuan dalam Pemahamam Agama’, diciptakan oleh John Templeton. Ia adalah seorang investor terkenal di Wall Street dalam tahun 1972. Diantara peraih hadiah itu adalah Emak Teresa, Dalai Lama, Uskup Utama Desmond Tutu, penulis Russia Alexander Solzhenitzin dan Raja Abdullah dibanding Jordania. [ii]